Jakarta – Film Merah Putih: One for All kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar bahwa cerita tersebut akan dikembangkan ke dalam format live-action. Adaptasi ini ditargetkan hadir pada 2027, menyusul versi animasinya yang sebelumnya dirilis pada 2025.
Kabar mengenai rencana live-action tersebut menjadi perkembangan baru bagi proyek yang sebelumnya cukup ramai diperbincangkan publik. Versi animasi Merah Putih: One for All diproduksi oleh Perfiki Kreasindo dan memiliki durasi 70 menit. Berdasarkan data Lembaga Sensor Film, film tersebut mengangkat kisah delapan anak yang mencari bendera Merah Putih yang hilang menjelang perayaan kemerdekaan.
Cerita film berpusat pada kelompok anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka berasal dari berbagai latar belakang budaya, termasuk Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dari cerita sekaligus pesan mengenai persatuan.
Dalam kisahnya, bendera yang seharusnya digunakan dalam upacara 17 Agustus menghilang tiga hari sebelum perayaan. Delapan anak tersebut kemudian menjalankan misi untuk menemukan kembali bendera tersebut. Petualangan mereka membawa kelompok itu melewati berbagai rintangan, termasuk perjalanan di alam terbuka dan konflik di antara para karakter.
Versi animasi Merah Putih: One for All sebelumnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025. Film ini disutradarai oleh Y. Endiarto dan Bintang Takari, sekaligus ditulis oleh keduanya. Sejumlah pemeran yang terlibat antara lain Neka, Yaya, Nabila Yasmin, Sky, Nathan, Billy, dan Kenneth.
Kehadiran rencana versi live-action membuat cerita tersebut berpotensi mendapatkan pendekatan visual yang berbeda. Jika versi animasi menggunakan karakter dan dunia tiga dimensi, adaptasi live-action akan membawa kisah para tokohnya ke dalam lingkungan nyata dengan aktor sebagai pemeran karakter.
Belum banyak detail mengenai pemeran, sutradara, rumah produksi, maupun jadwal pasti penayangan versi live-action yang ditargetkan untuk 2027. Karena itu, informasi mengenai proyek tersebut masih dapat berkembang seiring proses produksi dan pengumuman resmi dari pihak terkait.
Rencana tersebut juga menarik perhatian karena versi animasi Merah Putih: One for All sempat mendapat sorotan luas ketika pertama kali diperkenalkan pada 2025. Salah satu isu yang ramai dibahas publik adalah biaya produksi dan proses pengerjaan film. Sejumlah pemberitaan menyebut anggaran produksinya berada di kisaran Rp6,7 miliar.
Di sisi lain, produser Toto Soegriwo sebelumnya menjelaskan bahwa film animasi tersebut dibuat untuk menghadirkan tontonan bagi anak-anak Indonesia sekaligus membawa tema persatuan. Proses produksinya juga berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Versi animasi tersebut sendiri memiliki premis yang cukup sederhana, tetapi dekat dengan tema kebangsaan. Delapan anak dengan latar berbeda harus mengesampingkan perbedaan dan bekerja sama demi satu tujuan, yaitu menemukan kembali bendera Merah Putih sebelum upacara kemerdekaan.
Jika target produksi berjalan sesuai rencana, versi live-action Merah Putih: One for All akan menjadi babak baru bagi waralaba tersebut. Penonton nantinya dapat melihat bagaimana kisah yang sebelumnya disampaikan melalui animasi diterjemahkan ke dalam format film dengan pemeran manusia dan lingkungan nyata.
Untuk saat ini, target 2027 menjadi waktu yang disebut untuk kehadiran adaptasi live-action. Detail lebih lanjut mengenai cerita, pemain, jadwal produksi, serta tanggal penayangan masih menunggu informasi resmi berikutnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























