677bda915a084-ini-penampakan-menu-makan-bergizi-gratis-seharga-rp-10-ribu-di-depok_1265_711
Ratusan Siswa SD di Cakung Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Puluhan Alami Mual hingga Pusing

Jakarta – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 252 siswa sekolah dasar di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu pangsit tahu masam yang dibagikan dalam program tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/5/2026) dan langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah serta orang tua siswa. Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, pusing, hingga lemas tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.

Berdasarkan informasi dari pihak terkait, gejala mulai dirasakan siswa beberapa jam setelah jam makan siang. Sejumlah siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Meski tidak ada korban jiwa, jumlah siswa yang terdampak cukup besar sehingga kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan awal menduga keracunan disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi bersama, yakni menu pangsit tahu masam yang menjadi bagian dari program MBG hari itu. Sampel makanan langsung diamankan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Pihak sekolah menyatakan bahwa makanan dibagikan sesuai prosedur yang berlaku. Namun, mereka mengaku kaget karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Setelah kejadian, distribusi makanan langsung dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan.

Dinas Kesehatan bersama pihak terkait kini tengah melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan meliputi proses pengolahan makanan, distribusi, hingga penyimpanan sebelum makanan sampai ke siswa. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan penyedia katering untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah. Program tersebut memiliki tujuan mulia untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi cukup guna mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar. Namun, insiden seperti ini menunjukkan perlunya sistem kontrol kualitas yang lebih ketat.

Sejumlah orang tua siswa mengaku khawatir dengan kejadian ini. Mereka berharap pemerintah segera memastikan keamanan makanan sebelum program kembali berjalan. Banyak orang tua menegaskan bahwa kesehatan anak harus menjadi prioritas utama, terutama dalam program yang melibatkan konsumsi massal di sekolah.

Sementara itu, pemerintah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan medis hingga pulih. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga kini, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan. Namun investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti keracunan serta menentukan langkah perbaikan sistem distribusi makanan sekolah ke depan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan dalam program publik harus menjadi prioritas utama. Pengawasan ketat, standar higienitas tinggi, serta evaluasi berkala dinilai penting agar tujuan program gizi nasional dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/