Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Salah satu gagasan yang kembali ditegaskan adalah upaya agar sekolah negeri di seluruh Indonesia dapat memberikan pendidikan tanpa pungutan biaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), bertepatan dengan penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menurut Prabowo, pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia. Karena itu, pemerintah dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
Prabowo mengatakan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tetap dapat memilih sekolah swasta. Namun, pemerintah harus memperjuangkan agar sekolah negeri dapat menjadi pilihan pendidikan yang dapat diakses masyarakat tanpa biaya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan. Sebelumnya, pemerintah juga menjalankan sejumlah program yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, salah satunya Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hingga April 2026, program tersebut telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi.
Renovasi Sekolah Dikebut hingga 2029
Selain persoalan biaya pendidikan, Prabowo turut menyoroti kondisi fisik sekolah di berbagai daerah. Menurutnya, masih terdapat sekolah yang membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman dan layak.
Pemerintah menargetkan renovasi sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat diselesaikan paling lambat pada 2029. Program tersebut akan dipercepat pada 2027 dan 2028. Prabowo menegaskan tidak boleh lagi ada ruang kelas yang rusak dan dibiarkan selama bertahun-tahun.
Ia juga menekankan bahwa sekolah tidak hanya harus memiliki bangunan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Pemerintah ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di sekolah yang aman dan bermartabat.
Teknologi Pembelajaran Juga Diperluas
Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Pemerintah juga berencana memperluas penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.
Prabowo menyebut pada akhir 2026 setiap sekolah ditargetkan memiliki empat ruangan yang dilengkapi interactive flat panel (IFP) atau layar pintar interaktif. Fasilitas tersebut diharapkan membantu guru menyampaikan materi sekaligus membuat proses belajar siswa lebih mudah dan interaktif.
Pemerintah juga berencana mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui siaran. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses terhadap materi dan proses pembelajaran, terutama bagi sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas atau berada di wilayah yang sulit dijangkau.
Upaya pemerataan pendidikan ini sejalan dengan sejumlah program Kemendikdasmen, termasuk revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari agenda peningkatan mutu pendidikan.
Dengan rencana sekolah negeri tanpa pungutan biaya, renovasi fasilitas hingga 2029, serta peningkatan teknologi pembelajaran, pemerintah ingin memperkuat akses dan kualitas pendidikan secara bersamaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat diterapkan secara merata di berbagai daerah sehingga setiap anak benar-benar memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















