OIP - 2026-10-02T191306.452
Warga Jerman Makin Cemas, Harga Kebutuhan Harian Jadi Sorotan Utama

Berlin – Tekanan biaya hidup menjadi kekhawatiran utama masyarakat Jerman pada 2026. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, energi hingga tempat tinggal, membuat semakin banyak warga khawatir kemampuan keuangan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang.

Temuan tersebut berdasarkan studi tahunan “Kecemasan Warga Jerman” yang dilakukan perusahaan asuransi R+V. Penelitian yang telah berlangsung sejak awal 1990-an itu melibatkan sekitar 2.400 warga berbahasa Jerman berusia 14 tahun ke atas. Survei dilakukan dari awal Mei hingga akhir Juli 2026.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59 persen responden mengaku khawatir terhadap kenaikan biaya hidup. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 52 persen.

Kekhawatiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan harga barang di supermarket. Kenaikan biaya energi, perumahan dan kebutuhan pangan ikut mempersempit ruang keuangan rumah tangga.

Ilmuwan politik dari Marburg, Isabelle Borucki, yang menjadi penasihat penelitian, menjelaskan bahwa meningkatnya harga berbagai kebutuhan membuat masyarakat memiliki ruang yang lebih kecil untuk membelanjakan uang pada aktivitas lain.

Kondisi tersebut membuat pengeluaran untuk rekreasi, liburan maupun pembelian barang non-esensial menjadi semakin terbatas. Dengan kata lain, kenaikan harga kebutuhan pokok turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Situasi inflasi di Jerman juga menunjukkan tekanan harga masih berlangsung. Data Kantor Statistik Federal Jerman atau Destatis mencatat inflasi tahunan pada Agustus 2026 berada di angka 2,9 persen, naik dari 2,8 persen pada Juli dan 2,3 persen pada Juni. Kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar kendaraan, menjadi salah satu pendorong utama inflasi.

Selain persoalan biaya hidup, masyarakat Jerman juga mulai mencemaskan kemungkinan meningkatnya pajak dan iuran. Hal ini berkaitan dengan kondisi sistem jaminan sosial negara tersebut, termasuk dana pensiun dan asuransi perawatan jangka panjang yang menghadapi tekanan keuangan.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan pertanyaan mengenai siapa yang nantinya harus menanggung biaya berbagai kebutuhan negara serta apakah masyarakat masih dapat memperoleh layanan publik seperti yang selama ini diharapkan.

Isu migrasi juga masuk dalam daftar kekhawatiran masyarakat. Sebanyak 52 persen responden menyatakan cemas jumlah pengungsi yang datang dapat membebani kemampuan negara. Dalam survei tersebut, persoalan ini berada di antara kekhawatiran utama warga Jerman.

Sementara itu, ketegangan geopolitik ternyata tidak menjadi sumber kecemasan terbesar. Kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai dapat membuat situasi dunia semakin berbahaya tercatat sebesar 45 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2018 ketika 69 persen responden Jerman menyatakan kekhawatiran serupa terhadap kebijakan Trump pada periode pertama kepemimpinannya.

Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi sehari-hari kini menjadi perhatian besar masyarakat Jerman. Di tengah kenaikan harga energi, makanan dan tempat tinggal, kemampuan mempertahankan daya beli menjadi salah satu tantangan yang paling dirasakan rumah tangga.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/