ucl_2024-27_ultimatestage_birdseye_rgb_16x1_1
UEFA Ubah Kualifikasi Piala Dunia dan Euro, Formatnya Bakal Mirip Liga Champions

Jakarta – UEFA menyiapkan perubahan besar dalam kompetisi sepak bola antarnegara Eropa. Mulai setelah Euro 2028, sistem kualifikasi Piala Dunia dan Piala Eropa akan menggunakan format baru yang terinspirasi dari model kompetisi klub UEFA, termasuk konsep pertandingan dengan lawan berbeda seperti yang diterapkan pada Liga Champions.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari konsep baru kompetisi tim nasional yang telah disetujui UEFA pada Mei 2026. UEFA menyebut reformasi ini bertujuan meningkatkan keseimbangan kompetisi, mengurangi pertandingan yang dianggap kurang menarik, serta memberikan pengalaman yang lebih dinamis bagi penonton.

Dalam format baru, kualifikasi kompetisi Eropa akan dibagi menjadi dua tingkatan utama. Tingkat teratas atau League 1 akan diisi 36 tim nasional yang berasal dari dua kasta teratas UEFA Nations League. Ke-36 negara tersebut kemudian dibagi menjadi tiga grup yang masing-masing berisi 12 tim.

Meski menggunakan jumlah peserta yang besar, setiap negara tidak akan bertanding melawan seluruh tim dalam grup. Formatnya mengadopsi prinsip sistem Swiss yang sudah digunakan dalam kompetisi klub UEFA.

Setiap tim di League 1 nantinya memainkan enam pertandingan melawan enam lawan berbeda. Lawan ditentukan berdasarkan tiga pot unggulan, sehingga setiap negara menghadapi tim dari tingkat kekuatan yang berbeda. Sistem tersebut dirancang agar pertandingan lebih kompetitif sekaligus mengurangi laga yang berpotensi berat sebelah.

Dengan skema tersebut, pertandingan kandang dan tandang juga akan tetap menjadi bagian penting. Setiap tim dijadwalkan memainkan tiga pertandingan di kandang dan tiga pertandingan di markas lawan dalam fase kualifikasi.

Perubahan ini membuat sistem kualifikasi tim nasional semakin menyerupai format baru Liga Champions. Namun, UEFA tidak menjadikan seluruh 36 tim berada dalam satu klasemen yang saling berhadapan. Pembagian tetap dilakukan dalam tiga grup besar berisi 12 tim.

Sementara itu, negara-negara yang tidak masuk 36 tim teratas akan ditempatkan di League 2. Tingkatan ini akan menampung sekitar 18 atau 19 negara dan tetap memberikan kesempatan bagi negara dengan peringkat lebih rendah untuk mengejar tiket ke turnamen besar melalui jalur yang tersedia.

UEFA juga mengubah struktur Nations League mulai musim 2028/2029. Kompetisi yang sebelumnya memiliki empat liga akan dikurangi menjadi tiga liga yang masing-masing terdiri dari 18 tim. Setiap liga kemudian dibagi menjadi tiga grup berisi enam negara.

Dalam format Nations League baru, setiap tim tetap memainkan enam pertandingan, tetapi menghadapi lima lawan berbeda. Sistem ini dirancang untuk menciptakan pertandingan yang lebih kompetitif tanpa menambah jumlah jendela internasional dalam kalender sepak bola.

Perubahan tersebut tidak berlaku untuk Euro 2028. Turnamen yang digelar di Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia tetap menggunakan mekanisme kualifikasi yang sudah ditetapkan. Reformasi baru akan mulai diterapkan setelah Euro 2028, termasuk dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2030 dan turnamen Eropa berikutnya.

UEFA berharap sistem baru dapat membuat pertandingan tim nasional lebih menarik bagi penonton dan pemegang hak siar. Selama ini, pertandingan kualifikasi yang mempertemukan negara-negara dengan perbedaan kualitas sangat jauh kerap dianggap kurang kompetitif.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya mengatakan perubahan tersebut dirancang untuk meningkatkan keseimbangan kompetisi, mengurangi pertandingan yang tidak menentukan, sekaligus menjaga peluang negara-negara kecil untuk lolos ke turnamen besar.

Dengan format baru ini, sepak bola tim nasional Eropa memasuki era berbeda. Jika sistem tersebut berjalan sesuai rencana, penggemar akan melihat lebih banyak pertandingan kompetitif antara negara dengan level permainan yang relatif berimbang, sementara negara berperingkat lebih rendah tetap memiliki jalur untuk mengejar tiket ke Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/