Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bereaksi keras terhadap pemberitaan yang menyoroti kondisi persediaan amunisi militer AS di tengah perang dengan Iran. Trump membantah keras klaim bahwa stok senjata Amerika Serikat mulai menipis dan menyebut pihak-pihak yang terus mengangkat isu tersebut sebagai tindakan yang “mengkhianati” negara.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Kamis (3/9/2026), Trump mengatakan orang-orang dan media yang terus memberitakan persoalan kekurangan amunisi keliru. Ia bahkan menuding pemberitaan tersebut seolah-olah ingin melihat Amerika Serikat kalah dalam perang yang menurutnya sedang dimenangkan Washington.
Trump juga menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi dalam jumlah sangat besar. Menurutnya, Amerika bahkan mempunyai lebih banyak amunisi kelas menengah hingga tinggi daripada yang dibutuhkan untuk konflik saat ini maupun kemungkinan perang lainnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika kondisi persediaan persenjataan AS memang tengah menjadi perhatian publik. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut perang melawan Iran telah meningkatkan tekanan terhadap stok senjata Amerika, terutama persenjataan berpresisi tinggi dan sistem pertahanan udara.
Reuters pada Agustus melaporkan bahwa Angkatan Darat AS telah menggunakan sebagian besar persediaan global sejumlah rudal jarak jauh berpresisi tinggi selama perang dengan Iran. Dua sumber yang mengetahui data tersebut bahkan menyebut persediaan Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM) telah digunakan dalam jumlah yang sangat besar.
Masalahnya bukan hanya pada rudal serang. Sistem pertahanan udara seperti Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) juga mendapat perhatian. Sejumlah analis memperingatkan bahwa penggunaan interceptor dalam jumlah besar untuk menghadapi serangan rudal dan drone dapat memengaruhi kesiapan militer AS serta kemampuan Washington memenuhi kebutuhan sekutunya.
Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh perang Iran. Amerika Serikat memang menghadapi persoalan struktural dalam membangun persediaan amunisi, mulai dari kapasitas industri pertahanan, strategi pengadaan, hingga kebutuhan operasional yang meningkat. Perang Iran kemudian memperburuk tekanan yang sudah ada.
Trump sebelumnya juga pernah membantah laporan mengenai menipisnya persediaan senjata AS. Ia mengatakan industri pertahanan Amerika sedang membangun pabrik dan fasilitas produksi dalam jumlah besar untuk meningkatkan kemampuan produksi amunisi.
Selain menyangkal laporan tersebut, Trump juga mengumumkan bahwa AS sedang memprioritaskan pengisian kembali persediaan senjata untuk kebutuhan domestik. Penjualan senjata kepada sejumlah sekutu disebut akan kembali dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri dianggap lebih aman.
Trump turut membandingkan kondisi saat ini dengan pemerintahan Joe Biden. Ia mengeklaim pemerintahan sebelumnya telah mengirimkan amunisi dalam jumlah besar kepada Ukraina tanpa biaya bagi negara tersebut. Pernyataan ini menjadi bagian dari argumen Trump mengenai bagaimana kebijakan pemerintahan sebelumnya ikut memengaruhi persediaan senjata Amerika.
Namun, perdebatan mengenai stok amunisi AS tidak berhenti pada pernyataan politik. Para analis melihat persoalan tersebut sebagai tantangan jangka panjang bagi kemampuan militer Amerika menghadapi konflik berkepanjangan.
Dengan perang Iran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, Washington kini menghadapi dilema antara mempertahankan operasi militer, memenuhi kebutuhan pertahanan sendiri, serta tetap memasok senjata kepada negara-negara sekutu.
Trump tetap bersikukuh bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan militer yang sangat besar. Di sisi lain, laporan mengenai penggunaan persenjataan dalam jumlah besar menunjukkan bahwa kapasitas produksi dan kecepatan pengisian kembali stok menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























