Jakarta – Barcelona kembali menunjukkan ketajaman luar biasa pada awal musim 2026/2027. Tim asuhan Hansi Flick kini menjadi salah satu tim paling produktif di La Liga setelah mencetak 28 gol hanya dalam enam pertandingan. Artinya, Blaugrana rata-rata menghasilkan sekitar 4,67 gol setiap pertandingan.
Produktivitas tersebut semakin terlihat setelah Barcelona menghancurkan Racing Santander dengan skor 7-2 di Camp Nou pada Rabu (16/9/2026). Kemenangan besar itu sekaligus memperpanjang start sempurna Barcelona di kompetisi domestik. Mereka telah memenangkan seluruh enam pertandingan La Liga yang dimainkan sejauh ini.
Dalam pertandingan melawan Racing, Raphinha menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Pemain asal Brasil tersebut mencetak hat-trick, termasuk dua gol melalui titik penalti. Joao Cancelo, Gabriel Jesus, dan Lamine Yamal juga masuk daftar pencetak gol Barcelona, sementara satu gol tambahan berasal dari gol bunuh diri pemain Racing, Asier Villalibre.
Kemenangan tersebut melanjutkan tren mencetak banyak gol yang sudah diperlihatkan Barcelona sejak awal musim. Sebelum menghadapi Racing, Barcelona mengalahkan Levante 4-2, Feyenoord 5-1 di Liga Champions, Valencia 5-0, Rayo Vallecano 5-2, serta Athletic Bilbao 2-0.
Dari enam pertandingan La Liga tersebut, Barcelona telah mengoleksi 28 gol dan hanya kebobolan enam kali. Statistik itu menunjukkan bahwa kekuatan utama tim saat ini berada pada kemampuan menciptakan dan menyelesaikan peluang. Data statistik musim berjalan juga mencatat Barcelona mencetak rata-rata 4,67 gol per pertandingan di La Liga.
Performa tersebut membuat Barcelona sementara berada di puncak klasemen La Liga dengan 18 poin dari enam pertandingan. Mereka unggul tiga poin atas Real Madrid yang berada di posisi kedua.
Hansi Flick juga mencatat pencapaian tersendiri. Kemenangan atas Racing membuatnya menjadi pelatih Barcelona pertama yang mampu membawa klub meraih tujuh kemenangan kompetitif berturut-turut sejak awal sebuah musim. Catatan tersebut mencakup pertandingan La Liga dan Liga Champions.
Menariknya, produktivitas Barcelona tetap terjaga meski klub gagal mendapatkan penyerang yang menjadi salah satu target utama pada bursa transfer musim panas. Opta Analyst mencatat Barcelona sebelumnya mengejar Julián Alvarez dari Atletico Madrid sebagai calon penerus Robert Lewandowski, tetapi transfer tersebut tidak terwujud. Meski demikian, lini depan Barcelona tetap mampu mencetak gol dalam jumlah besar.
Raphinha menjadi salah satu pemain yang memberikan kontribusi penting. Selain dirinya, Barcelona juga memiliki sejumlah pemain yang mampu menciptakan ancaman dari berbagai sisi lapangan. Lamine Yamal terus menjadi bagian penting dari lini serang, sementara pemain lain seperti Gabriel Jesus dan Joao Cancelo turut memberikan tambahan variasi dalam serangan.
Namun, produktivitas tinggi tersebut bukan berarti Barcelona sepenuhnya tanpa masalah. Dalam kemenangan atas Racing, tim Catalan sempat kebobolan dua gol. Reuters mencatat terdapat beberapa kesalahan defensif yang memberikan kesempatan kepada Racing untuk mencetak gol.
Catatan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Flick. Barcelona mampu mencetak gol dalam jumlah besar, tetapi konsistensi pertahanan tetap menjadi bagian penting apabila mereka ingin mempertahankan performa sepanjang musim.
Barcelona selanjutnya akan menghadapi Sevilla dalam lanjutan La Liga pada 19 September 2026. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi tim Flick setelah serangkaian kemenangan dengan produktivitas gol yang tinggi.
Dengan rata-rata hampir lima gol per pertandingan, Barcelona saat ini memperlihatkan salah satu performa menyerang paling produktif di awal musim. Konsistensi mencetak gol tersebut menjadi modal penting bagi Blaugrana untuk melanjutkan persaingan di La Liga dan Liga Champions musim 2026/2027.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















