Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat melakukan kunjungan ke Asia pada November 2026. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dimulainya kembali diplomasi langsung antara Washington dan Pyongyang di tengah isu program nuklir dan pengembangan senjata Korea Utara.
Trump menyampaikan kemungkinan itu ketika ditanya wartawan di Gedung Putih pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia tidak memastikan pertemuan tersebut akan terlaksana, tetapi memberikan jawaban terbuka mengenai peluang bertemu dengan pemimpin Korea Utara itu.
“Saya mungkin akan bertemu. Itu akan menarik, bukan? Saya memiliki hubungan yang baik dengannya,” ujar Trump, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Trump masih membuka ruang komunikasi personal dengan Kim. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal, lokasi, maupun agenda khusus apabila pertemuan tersebut benar-benar digelar.
Trump Dijadwalkan Mengunjungi Filipina dan China
Kunjungan Trump ke Asia dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026. Ia direncanakan menghadiri pertemuan ASEAN di Manila, Filipina, pada 16 November sebelum melanjutkan perjalanan ke Shenzhen, China.
Di Shenzhen, Trump akan mengikuti agenda Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC. Pertemuan para pemimpin APEC dijadwalkan berlangsung pada 18–19 November.
Agenda tersebut berpotensi membuka ruang bagi pembahasan isu kawasan, termasuk keamanan dan hubungan antarnegara. Namun, belum ada pengumuman resmi yang memastikan Kim Jong Un akan hadir atau mengadakan pertemuan bilateral dengan Trump selama rangkaian kunjungan itu.
Trump sebelumnya juga pernah menyatakan harapannya untuk bertemu kembali dengan Kim sebelum akhir 2026. Karena itu, komentarnya kali ini kembali memunculkan perhatian terhadap kemungkinan diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara.
Sejarah Pertemuan Trump dan Kim Jong Un
Trump dan Kim memiliki sejarah pertemuan langsung yang menarik perhatian dunia. Pada Juni 2018, keduanya bertemu di Singapura. Pertemuan tersebut menjadikan Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat pertama kali bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara.
Keduanya saat itu menyatakan komitmen untuk mengupayakan denuklirisasi Semenanjung Korea. Akan tetapi, proses perundingan berikutnya menghadapi hambatan, terutama terkait perbedaan pandangan mengenai pelonggaran sanksi dan langkah konkret untuk menghentikan program nuklir Korea Utara.
Pertemuan kedua berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019. Pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan. Pada Juni 2019, Trump dan Kim kembali bertemu di kawasan perbatasan antar-Korea, Panmunjom.
Meski komunikasi personal keduanya pernah menjadi sorotan, hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara belum menghasilkan penyelesaian menyeluruh atas persoalan nuklir.
Isu Nuklir Masih Menjadi Tantangan
Peluang pertemuan baru muncul ketika Korea Utara terus mengembangkan kemampuan militernya. Laporan Reuters pada Oktober 2026 menyebut Kim Jong Un menampilkan persenjataan strategis, termasuk rudal balistik antarbenua, dalam sebuah pameran militer.
Perkembangan tersebut menjadi latar penting bagi setiap upaya diplomasi antara Washington dan Pyongyang. Di satu sisi, pertemuan langsung dapat membuka jalur komunikasi untuk mengurangi ketegangan. Di sisi lain, perbedaan kepentingan mengenai program nuklir, sanksi internasional, dan keamanan kawasan tetap menjadi tantangan besar.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa dialog dengan Korea Utara dapat dilakukan apabila mendukung kepentingan nasional AS. Namun, kemungkinan pertemuan Trump dan Kim pada November mendatang masih sebatas peluang yang disampaikan Trump, bukan agenda resmi yang telah dikonfirmasi kedua pihak.
Jika pertemuan itu terwujud, dunia akan kembali menyoroti apakah diplomasi personal mampu menghasilkan kemajuan konkret atau hanya menjadi pembuka bagi negosiasi yang lebih panjang. Untuk saat ini, kepastian pertemuan dan hasil yang mungkin dicapai masih harus menunggu perkembangan selanjutnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























