OIP - 2026-10-12T140208.981
Pramono Klaim Jakarta Unggul sebagai Kota Pelajar, Ini Program Pendidikan yang Disorot

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta kini menjadi kota pelajar nomor satu di Indonesia. Pernyataan tersebut menyoroti ambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat sektor pendidikan, mulai dari peningkatan fasilitas sekolah hingga perluasan akses belajar bagi masyarakat.

Menurut Pramono, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas pendidikan juga menjadi faktor penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah berbagai program pendidikan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Revitalisasi Sekolah Jadi Perhatian Pemprov DKI

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah memperbaiki fasilitas pendidikan, khususnya bangunan sekolah yang sudah tua dan membutuhkan pembenahan.

Pada Senin (12/10/2026), Pramono meninjau SDN Pekayon 05 di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya dilakukan di Jakarta Timur, tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan perbaikan.

Pramono menilai kondisi sarana dan prasarana sekolah berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas yang memadai, lingkungan yang aman, serta fasilitas pendukung yang baik diperlukan agar siswa dapat belajar dengan nyaman.

Karena itu, Pemprov DKI meminta jajaran terkait mempersiapkan fasilitas pendidikan sebaik mungkin. Perbaikan gedung sekolah diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Ibu Kota.

Sekolah Gratis dan Bantuan Pendidikan Diperluas

Selain memperbaiki bangunan sekolah, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat memperoleh pendidikan.

Salah satunya adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga yang membutuhkan. Program lainnya, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), memberikan dukungan bagi mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pramono sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga memperluas akses sekolah swasta gratis. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi hambatan biaya pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2026, Pemprov DKI menyatakan komitmennya terhadap program sekolah swasta gratis, pemutihan ijazah, pencairan bantuan mahasiswa, serta penguatan pendidikan vokasi.

Program pemutihan ijazah ditujukan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mengambil ijazah akibat persoalan biaya. Dengan dukungan pemerintah, dokumen pendidikan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk melanjutkan studi maupun mencari pekerjaan.

Pendidikan Menjadi Modal Menuju Kota Global

Jakarta juga menghadapi tantangan untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, dan persaingan global menuntut sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga kemampuan praktis.

Karena itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu agenda yang diperhatikan pemerintah daerah. Lulusan sekolah menengah kejuruan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing di pasar kerja.

Pemprov DKI juga pernah menyampaikan rencana pengembangan program beasiswa pendidikan tinggi yang dikelola pemerintah daerah. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan studi, termasuk ke luar negeri.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kebijakan yang menyentuh berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Tantangan Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Pernyataan Pramono mengenai posisi Jakarta sebagai kota pelajar perlu diikuti peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Keberhasilan tidak cukup diukur dari pembangunan gedung atau banyaknya program bantuan, tetapi juga dari kualitas pembelajaran dan kesempatan belajar yang merata.

Ketersediaan guru berkualitas, fasilitas yang memadai, dukungan bagi siswa berkebutuhan khusus, serta akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu tetap menjadi aspek penting.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa program pendidikan berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Jakarta.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperkuat peran pendidikan dalam membangun sumber daya manusia. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/