Jakarta – Kesalahan kecil saat melakukan pemesanan makanan secara online bisa berubah menjadi masalah besar. Hal tersebut dialami seorang pelanggan Dunkin’ di Riverside, Ohio, Amerika Serikat, yang awalnya hanya ingin membeli 60 donat, tetapi secara tidak sengaja memasukkan jumlah pesanan hingga mencapai 6.000 buah.
Pesanan tersebut terdiri dari donat dengan lapisan cokelat dan taburan meses. Berdasarkan laporan media lokal WHIO, pelanggan tersebut bermaksud memasukkan angka 60 dalam sistem pemesanan online. Namun, dua angka nol tambahan membuat jumlahnya berubah drastis menjadi 6.000 donat.
Alih-alih membatalkan pesanan dalam jumlah tidak biasa tersebut, pihak gerai Dunkin’ di Riverside justru memproses dan membuat seluruh pesanan. Kondisi itu membuat gerai harus menyiapkan tenaga tambahan karena produksi ribuan donat jelas membutuhkan waktu dan sumber daya lebih banyak dibandingkan pesanan reguler.
Manajer gerai kemudian menjadwalkan sejumlah pegawai tambahan untuk membantu menyelesaikan pesanan. Kesibukan di toko pun meningkat karena para pekerja harus membuat donat dalam jumlah yang jauh di luar perkiraan.
Kisah tersebut kemudian menyebar di media sosial setelah informasi mengenai ribuan donat itu beredar melalui Facebook. Banyak orang yang mengetahui kejadian tersebut kemudian datang ke gerai untuk mendapatkan donat yang tersedia.
Situasi yang awalnya menjadi kesalahan pemesanan justru berubah menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar. Pihak gerai menawarkan donat-donat tersebut secara gratis kepada pelanggan selama persediaannya masih tersedia.
Sejumlah warga mengaku terkejut ketika melihat banyak nampan berisi donat memenuhi area gerai. Salah satunya adalah Sarah Menken. Ia mengatakan kepada WHIO bahwa dirinya kaget melihat begitu banyak donat cokelat dengan taburan meses ketika datang ke lokasi.
Bagi sebagian pelanggan, kejadian tersebut bahkan menjadi keberuntungan. Donat yang seharusnya menjadi bagian dari pesanan dalam jumlah besar akhirnya dapat dinikmati masyarakat secara cuma-cuma.
Namun, aksi berbagi tidak berhenti pada pelanggan yang datang ke gerai. Sebagian donat juga diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Seorang pengemudi DoorDash bernama Crystal Fannon mengambil sebanyak mungkin donat dari gerai tersebut untuk kemudian dibagikan kepada orang-orang di jalan.
Bagi para pegawai Dunkin’, kejadian itu juga menjadi pengalaman yang tidak biasa. Amber Cantor, salah seorang pekerja, mengaku terkejut ketika melihat jumlah donat yang harus diproduksi. Ia bahkan mengatakan belum pernah melihat donat dalam jumlah sebanyak itu sebelumnya.
Kesibukan berlangsung sepanjang hari karena pegawai harus memproduksi ribuan donat sesuai pesanan. Jumlah 6.000 buah tentu jauh berbeda dari pesanan normal yang biasanya ditangani sebuah gerai dalam satu waktu.
Kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana kesalahan sederhana ketika menggunakan layanan pemesanan online dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga. Dalam kasus ini, kesalahan memasukkan dua angka nol membuat jumlah pesanan meningkat seratus kali lipat, dari 60 menjadi 6.000 donat.
Meski awalnya berpotensi menjadi masalah bagi pelanggan maupun pihak gerai, ribuan donat tersebut akhirnya tidak terbuang percuma. Donat dibagikan kepada masyarakat dan sebagian disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Hingga laporan mengenai kejadian tersebut beredar, belum diketahui secara pasti apakah pelanggan yang melakukan kesalahan harus membayar seluruh 6.000 donat. Namun, yang jelas, kesalahan saat memesan makanan itu akhirnya berubah menjadi momen berbagi yang tidak biasa bagi warga Riverside.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























