6a1503e9340da
Ferrari Luce Diserang Netizen dan Investor, Tapi Mobil Listrik Rp11 Miliar Ini Justru Diburu Sultan

Jakarta – Produsen mobil sport mewah asal Italia, Ferrari tengah menjadi sorotan dunia otomotif setelah memperkenalkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Ferrari Luce. Kehadiran mobil listrik tersebut langsung memicu perdebatan besar di media sosial hingga kalangan investor. Meski menuai kritik tajam, Ferrari justru mengklaim bahwa Luce mendapatkan minat tinggi dari para konsumennya.

Ferrari Luce diperkenalkan secara resmi di Roma, Italia, sebagai kendaraan listrik pertama dalam sejarah panjang Ferrari. Mobil ini hadir dengan desain yang jauh berbeda dibandingkan model Ferrari sebelumnya yang identik dengan mesin V8 atau V12 berperforma tinggi. Banyak penggemar otomotif menilai desain Luce terlalu futuristis dan kehilangan “jiwa Ferrari” yang selama ini dikenal agresif serta sporty.

Kritik terhadap Ferrari Luce bahkan datang dari mantan Chairman Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo. Ia disebut kecewa dengan arah baru Ferrari dan menganggap mobil tersebut terlalu jauh meninggalkan identitas khas pabrikan asal Maranello itu. Di media sosial, sejumlah pengguna juga membandingkan tampilan Luce dengan mobil listrik lain seperti Nissan Leaf hingga Tesla.

Meski demikian, CEO Ferrari, Benedetto Vigna, membela penuh mobil listrik terbaru mereka. Menurutnya, Ferrari Luce bukan pengganti mobil bermesin bensin, melainkan tambahan baru dalam lini produk Ferrari. Ia menegaskan bahwa Ferrari tetap akan memproduksi mobil hybrid dan mesin konvensional di masa depan.

Vigna juga mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap Ferrari Luce ternyata cukup positif. Ferrari disebut sudah menerima banyak transfer pembayaran dari pelanggan yang tertarik memesan kendaraan tersebut. Bahkan, sebagian peminat berasal dari konsumen baru yang sebelumnya belum pernah membeli Ferrari.

Ferrari Luce dibanderol sekitar 550 ribu euro atau setara Rp11 miliar. Harga fantastis itu menjadikannya salah satu mobil listrik termahal di dunia saat ini. Ferrari menilai harga tersebut sepadan dengan teknologi dan inovasi yang ditawarkan, termasuk penggunaan empat motor listrik bertenaga tinggi dan teknologi performa yang dikembangkan langsung dari pengalaman Ferrari di dunia balap Formula 1.

Mobil listrik ini juga melibatkan desainer ternama, Jony Ive, yang sebelumnya dikenal sebagai sosok di balik desain berbagai produk Apple. Sentuhan desain minimalis ala Apple pada Ferrari Luce menjadi salah satu alasan mengapa tampilannya terasa berbeda dibanding Ferrari konvensional.

Dari sisi performa, Ferrari Luce dikabarkan mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 2,5 detik dengan kecepatan maksimum lebih dari 300 km/jam. Mobil ini menggunakan konfigurasi empat motor listrik dan baterai berkapasitas besar yang mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Meski menuai kontroversi, Ferrari tampaknya tetap optimistis terhadap masa depan mobil listriknya. Ferrari bahkan disebut membidik pasar baru seperti China dan konsumen muda dari sektor teknologi yang mulai tertarik pada kendaraan listrik premium. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Ferrari menghadapi era elektrifikasi industri otomotif global.

Di tengah hujan kritik dan cibiran, Ferrari Luce justru membuktikan bahwa nama besar Ferrari masih memiliki daya tarik kuat di pasar mobil mewah dunia. Kini, publik tinggal menunggu apakah mobil listrik pertama Ferrari ini benar-benar akan sukses besar atau justru menjadi eksperimen paling kontroversial dalam sejarah perusahaan tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/