spotify.jpg
Spotify Hadirkan Fitur AI Canggih, Cari dan Buat Playlist Musik Kini Cukup Pakai Perintah Suara

Jakarta – Spotify kembali memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di platformnya. Layanan streaming musik terbesar di dunia itu menghadirkan fitur AI terbaru yang memungkinkan pengguna mencari lagu, menemukan musik baru, hingga membuat playlist hanya melalui percakapan menggunakan suara maupun teks.

Fitur baru yang diberi nama “Talk to Spotify” ini mulai diluncurkan dalam versi beta untuk pelanggan Spotify Premium di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia. Dengan teknologi AI, pengguna cukup mengetik atau mengucapkan perintah seperti “putarkan lagu untuk menemani bekerja”, “buat playlist untuk perjalanan malam”, atau “cari lagu pop yang belum pernah saya dengarkan”. AI kemudian akan menyusun rekomendasi musik yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Berbeda dari sistem pencarian konvensional yang mengharuskan pengguna mengetahui judul lagu atau nama artis, fitur ini memahami bahasa alami (natural language). Artinya, pengguna dapat memberikan deskripsi suasana hati, aktivitas, hingga genre yang diinginkan, lalu AI akan menyesuaikan hasil berdasarkan riwayat mendengarkan, artis favorit, serta playlist yang sering diputar.

Teknologi tersebut menjadi pengembangan lebih lanjut dari fitur Prompted Playlist yang lebih dulu diperkenalkan Spotify. Melalui fitur itu, pengguna dapat membuat playlist baru hanya dengan memasukkan kalimat sederhana, misalnya “musik santai untuk hujan sore” atau “lagu semangat untuk olahraga pagi”. AI kemudian menghasilkan daftar lagu yang relevan dan bahkan dapat diperbarui secara otomatis setiap hari atau setiap minggu.

Selain membantu membuat playlist, AI terbaru Spotify juga mampu menjawab pertanyaan mengenai musik yang sedang diputar. Pengguna dapat menanyakan kapan pertama kali mendengarkan sebuah lagu, artis yang paling sering diputar, hingga meminta rekomendasi lagu serupa berdasarkan kebiasaan mendengarkan mereka. Semua proses berlangsung dalam satu percakapan tanpa harus berpindah menu.

Spotify menilai pendekatan berbasis percakapan akan membuat pengalaman menikmati musik menjadi lebih personal. Pengguna tidak lagi harus mencari lagu secara manual karena AI dapat memahami maksud di balik permintaan mereka dan memberikan rekomendasi yang lebih akurat.

Selain menghadirkan chatbot AI, Spotify juga terus memperbarui sistem rekomendasi musiknya. Baru-baru ini perusahaan memperkenalkan kontrol baru pada playlist Release Radar, sehingga pengguna dapat memilih preferensi seperti menemukan artis baru, lagu pilihan editor, atau genre tertentu. Pembaruan ini bertujuan meningkatkan kualitas penemuan musik sesuai selera masing-masing pengguna.

Langkah Spotify memperluas penggunaan AI juga menjadi bagian dari persaingan yang semakin ketat di industri layanan streaming musik. Berbagai platform kini berlomba memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan personal kepada pelanggan.

Meski demikian, fitur AI Spotify saat ini masih tersedia secara bertahap dan hanya dapat diakses oleh pelanggan Premium yang memenuhi syarat di negara-negara tertentu. Spotify menyebut teknologi tersebut masih berada dalam tahap beta sehingga kemampuan AI akan terus disempurnakan berdasarkan masukan pengguna.

Ke depan, perusahaan diperkirakan akan memperluas ketersediaan fitur AI ke lebih banyak negara sekaligus menambahkan kemampuan baru, termasuk pengelolaan playlist yang lebih cerdas dan rekomendasi musik yang semakin personal. Dengan strategi ini, Spotify berharap AI tidak hanya menjadi alat pencarian lagu, tetapi juga asisten digital yang membantu pengguna menemukan musik sesuai suasana hati, aktivitas, hingga selera mereka setiap saat.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/