OIP (21)
Toy Story 5 Banjir Pujian, Tapi Kritikus Soroti Satu Hal yang Bikin Film Ini Belum Sempurna

Jakarta – Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, sukses mencuri perhatian publik dan kritikus sejak perilisannya pada 19 Juni 2026. Sekuel kelima dari waralaba legendaris tersebut mendapatkan banyak pujian berkat cerita yang emosional, visual memukau, serta keberhasilannya menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik seperti Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie. Namun di balik berbagai apresiasi yang diterima, sejumlah kritikus juga menyoroti beberapa kekurangan yang membuat film ini belum dianggap sebagai seri terbaik dalam franchise tersebut.

Disutradarai oleh Andrew Stanton, film ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan modern, yakni bagaimana teknologi mulai menggantikan peran mainan tradisional dalam kehidupan anak-anak. Cerita berpusat pada Bonnie yang kini semakin tertarik dengan perangkat digital bernama Lilypad, sebuah tablet interaktif yang perlahan menggeser perhatian dari mainan-mainan kesayangannya.

Banyak kritikus memuji keberanian Pixar mengangkat isu ketergantungan anak terhadap teknologi. Selain menyajikan petualangan yang menghibur, film ini juga menghadirkan refleksi mengenai perubahan cara anak-anak bermain di era digital. Beberapa ulasan bahkan menyebut Toy Story 5 sebagai salah satu film keluarga paling relevan yang dirilis tahun ini.

Salah satu aspek yang paling banyak mendapat pujian adalah kedalaman emosional cerita. Sejumlah kritikus menggambarkan film ini sebagai karya yang mampu menghadirkan momen haru khas Pixar sekaligus memberikan perkembangan karakter yang kuat, terutama bagi Jessie yang mendapatkan porsi cerita lebih besar dibanding film-film sebelumnya. Kehadiran Woody dan Buzz juga dinilai berhasil membangkitkan nostalgia para penggemar lama tanpa terasa dipaksakan.

Dari sisi teknis, kualitas animasi kembali menjadi kekuatan utama Pixar. Detail visual yang semakin realistis, pencahayaan yang memukau, serta ekspresi karakter yang hidup membuat Toy Story 5 tampil sebagai salah satu film animasi paling impresif secara visual pada 2026. Para pengulas juga memberikan apresiasi terhadap pengisian suara yang kembali menghadirkan Tom Hanks sebagai Woody dan Tim Allen sebagai Buzz Lightyear.

Meski demikian, tidak semua kritik bernada positif. Beberapa pengulas menilai Toy Story 5 terlalu bergantung pada formula lama yang telah digunakan dalam film-film sebelumnya. Menurut mereka, film ini memang menghibur dan menyentuh, tetapi tidak menawarkan inovasi besar yang mampu mengubah arah franchise seperti yang pernah dilakukan Toy Story pertama atau Toy Story 3.

Ada pula kritik yang menyebut konflik utama antara mainan dan teknologi terasa kurang berani dieksplorasi. Beberapa pengamat menilai Pixar sempat membangun gagasan yang menarik mengenai dampak perangkat digital terhadap anak-anak, namun penyelesaiannya dianggap terlalu aman dan tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi tema tersebut.

Terlepas dari berbagai catatan tersebut, respons publik sejauh ini tetap sangat positif. Film ini bahkan mencatat pembukaan box office domestik terbesar sepanjang 2026 dan menjadi debut terbesar dalam sejarah franchise Toy Story. Kesuksesan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Woody, Buzz, dan kawan-kawan masih sangat kuat di mata penonton lintas generasi.

Pada akhirnya, Toy Story 5 berhasil membuktikan bahwa waralaba yang telah berjalan lebih dari tiga dekade ini masih memiliki tempat istimewa di hati penonton. Walaupun tidak luput dari kritik, film tersebut tetap dianggap sebagai sekuel yang layak ditonton berkat perpaduan nostalgia, humor, dan pesan emosional yang menjadi ciri khas Pixar sejak dulu.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/