th (20)
Usai Garuda Angkat Trofi, Maarten Paes Dihubungi Legenda MU Edwin van der Sar

Jakarta – Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat perhatian dari legenda sepak bola Belanda, Edwin van der Sar. Mantan penjaga gawang Manchester United tersebut mengaku telah berbicara melalui telepon dengan Maarten Paes setelah skuad Garuda memastikan gelar juara turnamen Asia Tenggara itu.

Van der Sar menyampaikan kabar tersebut saat menghadiri acara temu penggemar di Jakarta Selatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia mengucapkan selamat kepada masyarakat Indonesia atas pencapaian tim nasional sekaligus mengapresiasi kontribusi para pemain keturunan Belanda yang kini memperkuat skuad Garuda.

Menurut Van der Sar, hubungan Indonesia dan Belanda tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga sejarah, tradisi, dan warisan budaya. Kehadiran pemain yang memiliki latar belakang kedua negara menjadi salah satu jembatan yang mempererat hubungan tersebut.

Van der Sar Sempat Berbicara dengan Maarten Paes

Dalam kesempatan itu, Van der Sar mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Paes sehari sebelumnya. Ia merasa senang melihat kiper yang kini membela Ajax Amsterdam tersebut ikut berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.

Ucapan tersebut menjadi perhatian penggemar Timnas Indonesia setelah perjuangan panjang skuad Garuda berbuah gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Paes termasuk salah satu penjaga gawang yang berperan dalam perjalanan Indonesia menuju trofi tersebut.

Dalam turnamen itu, Paes tampil pada dua pertandingan awal. Ia membantu Indonesia meraih kemenangan 2-0 atas Singapura dan bermain penting ketika tim bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia. Pada laga kontra Malaysia, Paes mencatatkan sejumlah penyelamatan ketika Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

Sementara itu, Emil Audero dipercaya tampil pada pertandingan berikutnya, termasuk final melawan Thailand. Indonesia akhirnya memastikan gelar setelah pertandingan berakhir imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu dan skuad Garuda menang 4-2 melalui adu penalti.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia sekaligus memperlihatkan kontribusi para pemain di berbagai posisi, termasuk sektor penjaga gawang.

Persaingan Berat Paes di Ajax Amsterdam

Selain memberikan apresiasi kepada Timnas Indonesia, Van der Sar juga berbicara mengenai situasi Paes di Ajax Amsterdam. Ia mengakui bahwa persaingan untuk mendapatkan tempat utama di bawah mistar gawang klub Belanda tersebut cukup ketat.

Kehadiran Marc-Andre ter Stegen, yang bergabung dengan Ajax melalui skema peminjaman dari Barcelona, membuat Paes harus berjuang lebih keras untuk memperoleh kesempatan bermain.

Van der Sar menilai Ter Stegen merupakan penjaga gawang berkualitas tinggi. Karena itu, situasi Paes di Ajax tidak mudah, meskipun ia tetap menyambut positif keputusan klub merekrut kiper Timnas Indonesia tersebut.

Pada musim 2026/2027, Paes mendapatkan kesempatan tampil dalam sejumlah pertandingan, tetapi belum selalu menjadi pilihan utama. Persaingan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemain berusia 28 tahun itu untuk mempertahankan performa dan meningkatkan kemampuannya.

Bagi Paes, bermain bersama klub besar seperti Ajax memberikan kesempatan untuk berkembang melalui latihan dan persaingan dengan penjaga gawang berpengalaman.

Van der Sar Punya Kenangan dengan Indonesia

Kunjungan Van der Sar ke Indonesia bukanlah yang pertama. Ia mengaku beberapa kali datang ke Tanah Air untuk keperluan sepak bola maupun berlibur, termasuk mengunjungi Bali.

Mantan kiper tim nasional Belanda itu juga mengenang kunjungannya bersama Ajax pada 2014 ketika klub tersebut menghadapi Persib Bandung di Jakarta.

Van der Sar menilai antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola menjadi salah satu hal yang membuat kunjungannya selalu berkesan. Ia juga melihat keberhasilan Timnas Indonesia sebagai perkembangan positif bagi sepak bola nasional.

Ucapan selamat dari legenda Manchester United tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pencapaian skuad Garuda. Bagi Paes dan rekan-rekannya, gelar FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar trofi, melainkan modal untuk membangun kepercayaan diri menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/