Jakarta – Sebuah helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat. Helikopter tersebut diketahui membawa delapan orang saat terakhir kali terdeteksi berada di udara.
Menurut informasi awal, helikopter lepas landas untuk menjalankan misi penerbangan di wilayah Kalimantan Barat sebelum akhirnya kehilangan komunikasi dengan pihak pengawas penerbangan. Kontak terakhir terjadi ketika pesawat berada di sekitar kawasan hutan yang memiliki medan berat dan akses yang cukup sulit dijangkau.
Tim SAR segera dikerahkan setelah laporan hilangnya kontak diterima. Proses pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir yang terekam sebelum komunikasi terputus. Wilayah Sekadau dikenal memiliki kondisi geografis yang menantang, dengan hutan lebat dan perbukitan yang dapat menghambat upaya pencarian dari udara maupun darat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan menyatakan bahwa operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran udara menggunakan helikopter lain serta pencarian darat oleh tim yang masuk melalui jalur sungai dan hutan. Selain itu, pihak berwenang juga berkoordinasi dengan masyarakat lokal untuk membantu memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter.
Delapan orang yang berada di dalam helikopter terdiri dari kru dan penumpang yang memiliki agenda penerbangan tertentu di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini identitas lengkap seluruh penumpang belum dirilis secara resmi kepada publik. Pihak berwenang menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan lokasi helikopter dan memastikan keselamatan seluruh penumpang.
Operasi pencarian menghadapi tantangan besar karena kondisi cuaca yang berubah-ubah. Hujan dan kabut tebal sering kali mengurangi jarak pandang, sehingga menghambat pencarian udara. Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal dengan memanfaatkan teknologi navigasi dan komunikasi yang tersedia.
Peristiwa hilangnya kontak helikopter bukanlah hal baru dalam dunia penerbangan, terutama di wilayah dengan topografi ekstrem seperti Kalimantan. Hutan tropis yang luas, minimnya infrastruktur, serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi sering menjadi faktor risiko dalam penerbangan. Oleh karena itu, setiap misi penerbangan di daerah terpencil biasanya disertai dengan prosedur keselamatan dan pemantauan ketat.
Pemerintah daerah Kalimantan Barat juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proses pencarian. Mereka berharap helikopter dapat segera ditemukan dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan maupun spekulasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR menegaskan akan melanjutkan operasi tanpa henti hingga ada kepastian mengenai keberadaan helikopter PK-CFX beserta seluruh penumpangnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/















