JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Penunjukan mantan Rektor IPB University tersebut menambah jajaran pimpinan Kementerian Pertanian dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Pelantikan Alim dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam prosesi tersebut, Alim mengucapkan sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden Prabowo.
Pengangkatan ini menempatkan Alim dalam jajaran pemerintahan yang bertanggung jawab membantu pelaksanaan kebijakan di bidang pertanian. Ia akan mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.
Informasi pelantikan tersebut dilaporkan oleh sejumlah media nasional pada Kamis (15/10/2026).
Alim Setiawan Slamet, Akademisi dengan Latar Belakang Agribisnis
Sebelum masuk ke pemerintahan, Alim dikenal sebagai akademisi yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan IPB University. Ia sebelumnya menjabat sebagai rektor perguruan tinggi tersebut dan menekuni bidang teknologi industri pertanian serta agribisnis.
Alim lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 27 Februari 1982. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknologi Industri Pertanian di IPB pada 2005, kemudian melanjutkan pendidikan magister dalam bidang yang sama dan lulus pada 2009.
Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral di Ehime University, Jepang. Alim menyelesaikan studi di bidang Agricultural Marketing and Agribusiness pada 2017.
Latar belakang tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan industri pertanian, pemasaran hasil pertanian, serta pengembangan sistem agribisnis. Keahlian di bidang tersebut menjadi bekal yang relevan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sektor pertanian dari sisi produksi hingga distribusi.
Di lingkungan IPB, Alim juga pernah menempati sejumlah posisi strategis. Pengalamannya mencakup bidang kemahasiswaan, pengembangan karier, serta pengelolaan sumber daya dan infrastruktur perguruan tinggi.
Tantangan Baru di Kementerian Pertanian
Sebagai Wakil Menteri Pertanian, Alim akan bekerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Muhammad Saleh Mustafa. Kehadiran dua wakil menteri memberikan tambahan dukungan dalam pelaksanaan tugas kementerian, meskipun pembagian tanggung jawab spesifik masing-masing pejabat perlu merujuk pada penugasan resmi pemerintah.
Sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari menjaga produktivitas lahan, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat distribusi hasil panen, hingga memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Selain meningkatkan produksi, pengelolaan rantai pasok dan pemasaran juga menjadi aspek penting agar hasil pertanian dapat terserap pasar dengan baik. Dalam konteks ini, pengalaman Alim di bidang agribisnis berpotensi mendukung pembahasan kebijakan yang menghubungkan kegiatan produksi dengan kebutuhan pasar.
Meski demikian, arah program dan target kerja yang secara khusus akan menjadi tanggung jawab Alim belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pelantikannya. Pelaksanaan tugas selanjutnya akan bergantung pada kebijakan pemerintah dan pembagian kewenangan di Kementerian Pertanian.
Peralihan Alim dari dunia akademik ke pemerintahan menjadi perkembangan penting dalam susunan Kabinet Merah Putih. Pengalamannya di bidang pendidikan tinggi dan agribisnis kini akan dibawa ke ranah kebijakan publik, terutama dalam mendukung pengembangan sektor pertanian Indonesia.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























