1111211
Serangan Mematikan di Arab Saudi Bikin Cemas Calon Jemaah, Ini Imbauan Indonesia dan Malaysia

Serangan Bandara Arab Saudi Picu Kekhawatiran Keamanan

Jakarta – Serangan terhadap sejumlah fasilitas penerbangan di Arab Saudi memicu kekhawatiran di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Malaysia, terutama terkait keselamatan warga negara serta jemaah umrah yang hendak melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Pemerintah Malaysia mengimbau warganya untuk menunda sementara perjalanan ke Arab Saudi yang tidak mendesak. Sementara itu, pemerintah Indonesia meminta warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah yang sudah berada di Arab Saudi, meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah serangkaian serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sejumlah lokasi lainnya. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan yang tengah menghadapi konflik bersenjata.

Dilansir dari Channel NewsAsia pada Selasa (13/10/2026), kelompok Houthi dari Yaman yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Serangan pada Sabtu (10/10/2026) dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang mengalami luka-luka. Insiden berikutnya pada Minggu (11/10/2026) kembali menimbulkan korban ketika sebuah proyektil menghantam area terminal bandara di Riyadh.

Perkembangan tersebut mendorong pemerintah sejumlah negara untuk mengevaluasi risiko perjalanan dan meminta warganya mengikuti perkembangan informasi keamanan.

Malaysia Sarankan Penundaan Perjalanan yang Tidak Mendesak

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyampaikan bahwa serangan di Riyadh menimbulkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Arab Saudi. Pemerintah Malaysia kemudian menyarankan warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke Makkah dan Madinah.

Meski demikian, imbauan tersebut tidak berarti bahwa serangan telah terjadi di kedua kota suci itu. Pemerintah Malaysia menyatakan tidak ada insiden keamanan yang dilaporkan di Makkah ketika imbauan tersebut disampaikan.

Kementerian Luar Negeri Malaysia juga menyatakan belum menerima laporan warga negaranya menjadi korban dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid maupun insiden proyektil di sekitar Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Langkah tersebut menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah Malaysia di tengah meningkatnya risiko keamanan. Masyarakat yang berencana bepergian diharapkan mempertimbangkan perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan.

Indonesia Minta Jemaah Umrah Tetap Waspada

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga mengeluarkan imbauan bagi WNI yang berada di Arab Saudi. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari lokasi yang dinilai rawan.

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah. Mereka diminta mematuhi peraturan setempat serta mengikuti arahan otoritas keamanan apabila terjadi perkembangan situasi.

Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kepanikan, terutama bagi keluarga jemaah yang berada di Indonesia.

Jemaah yang telah berada di Arab Saudi disarankan menjaga komunikasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Koordinasi tersebut penting untuk memperoleh informasi mengenai kondisi perjalanan, perubahan jadwal, serta petunjuk keselamatan dari pihak berwenang.

Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat sebaiknya menghubungi biro perjalanan masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan dan kemungkinan perubahan layanan.

Calon Jemaah Diminta Memantau Informasi Resmi

Situasi keamanan yang berkembang membuat calon jemaah perlu lebih cermat mempersiapkan perjalanan. Selain memastikan dokumen dan jadwal keberangkatan, masyarakat perlu memantau informasi resmi dari pemerintah, maskapai, serta penyelenggara umrah.

Kementerian Perhubungan juga melaporkan adanya penyesuaian terhadap sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh. Penyesuaian tersebut mencakup pembatalan, perubahan rute, dan pengaturan ulang perjalanan penumpang pada penerbangan tertentu.

Karena itu, penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang telah diterima. Konfirmasi langsung kepada maskapai diperlukan untuk mengetahui status penerbangan terbaru dan pilihan perjalanan apabila terjadi perubahan.

Hingga perkembangan situasi keamanan lebih jelas, keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat yang akan bepergian ke Arab Saudi. Jemaah juga diharapkan tetap tenang, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

Imbauan Indonesia dan Malaysia tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, penyelenggara perjalanan, dan masyarakat untuk mengurangi risiko di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/