678a37e02e625
Guru Honorer Parepare 4 Bulan Tanpa Gaji, Diminta Tetap Mengajar dan Bersabar

Jakarta – Nasib guru honorer kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah tenaga pendidik di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengaku belum menerima gaji selama empat bulan terakhir. Kondisi ini memicu keprihatinan luas karena para guru tetap diminta menjalankan kewajiban mengajar seperti biasa di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Para guru honorer tersebut mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran honor terjadi sejak awal tahun 2026. Meski tidak menerima penghasilan, mereka tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar demi menjaga proses pendidikan siswa agar tidak terganggu. Situasi ini membuat banyak guru harus mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah guru menyampaikan bahwa mereka telah berulang kali menanyakan kejelasan pembayaran honor kepada pihak terkait. Namun, jawaban yang diterima hanya berupa permintaan agar mereka bersabar menunggu proses administrasi dan penganggaran selesai. Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakpastian dan kekhawatiran karena belum ada kepastian kapan gaji tersebut akan dibayarkan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran disebabkan oleh proses administrasi dan penyesuaian anggaran. Pihak berwenang menyatakan bahwa pembayaran honor guru honorer tetap menjadi prioritas, namun membutuhkan waktu untuk menyelesaikan prosedur yang berlaku. Pemerintah juga meminta para tenaga pendidik untuk tetap menjalankan tugasnya sembari menunggu proses pencairan dana.

Kondisi ini kembali menyoroti masalah klasik kesejahteraan guru honorer di Indonesia. Selama bertahun-tahun, tenaga pendidik non-ASN kerap menghadapi persoalan keterlambatan gaji, honor yang minim, hingga ketidakpastian status kerja. Padahal, peran mereka sangat penting dalam menjaga kualitas pendidikan, terutama di daerah.

Beberapa guru mengaku harus memutar otak untuk bertahan hidup selama belum menerima gaji. Ada yang mengandalkan bantuan keluarga, membuka usaha kecil-kecilan, hingga bekerja paruh waktu di luar jam mengajar. Meski demikian, mereka tetap berusaha menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sebagai pendidik.

Pengamat pendidikan menilai kasus ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem pengelolaan tenaga honorer. Selain soal anggaran, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai perlu diperkuat agar masalah serupa tidak terus berulang setiap tahun. Kejelasan sistem pembayaran dinilai penting untuk menjaga motivasi dan kesejahteraan guru.

Kasus di Parepare juga memicu simpati masyarakat yang menilai guru honorer layak mendapatkan perhatian lebih. Banyak pihak berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini dan memastikan hak para tenaga pendidik terpenuhi tepat waktu.

Hingga kini, para guru honorer masih menunggu kepastian pembayaran gaji yang tertunda. Mereka berharap janji pemerintah dapat segera terealisasi agar beban ekonomi yang mereka rasakan tidak semakin berat. Di tengah keterbatasan, para guru tetap berkomitmen menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/