OIP - 2026-09-19T181347.570
Kemarau Belum Usai, Ini Perkiraan Waktu Hujan Mulai Kembali di Indonesia

Jakarta – Musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada September 2026. Masyarakat di sejumlah daerah pun masih menghadapi cuaca panas, minim hujan, hingga kondisi kering yang berlangsung cukup panjang. Lantas, kapan hujan diperkirakan kembali mengguyur Indonesia?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan peralihan menuju musim hujan akan berlangsung secara bertahap. Artinya, hujan tidak akan langsung turun merata di seluruh wilayah Indonesia dalam waktu yang sama.

Berdasarkan perkembangan terbaru, puncak musim kemarau masih berlangsung hingga September dan sebagian wilayah bahkan diperkirakan baru mulai beralih menuju musim hujan pada Oktober. BMKG sebelumnya menyebut curah hujan tinggi baru mulai muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.

Data pemantauan BMKG hingga dasarian pertama September menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi musim kemarau. Salah satu laporan berdasarkan data BMKG menyebut sekitar 80,7 persen Zona Musim (ZOM) masih mengalami kemarau pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa datangnya hujan di beberapa daerah belum berarti seluruh Indonesia telah memasuki musim hujan.

Hujan Mulai Datang Bertahap

Perubahan pola cuaca diperkirakan mulai terlihat pada Oktober. Sejumlah wilayah Indonesia bagian barat berpotensi menjadi kawasan yang lebih dahulu mengalami peningkatan curah hujan.

Namun, awal musim hujan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing wilayah. Karena Indonesia memiliki ratusan Zona Musim dengan pola cuaca berbeda, waktu dimulainya musim hujan tidak dapat disamaratakan.

BMKG juga telah menerbitkan buletin iklim September 2026 yang memuat analisis kondisi cuaca serta prediksi curah hujan untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan untuk melihat perkembangan musim dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk sejumlah wilayah, hujan diperkirakan baru lebih terasa pada November. Contohnya Sumatera Selatan. BMKG setempat memprakirakan wilayah tersebut memasuki musim hujan pada November 2026, sementara peluang hujan mulai muncul pada Oktober dengan intensitas yang masih relatif rendah.

Ada Pengaruh El Nino

Perubahan menuju musim hujan tahun ini juga berlangsung di tengah fenomena El Nino. BMKG memantau kondisi El Nino dengan intensitas sangat kuat pada awal September 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kondisi kering di Indonesia.

BMKG sebelumnya memprakirakan El Nino dapat bertahan hingga awal 2027. Meski demikian, dampaknya terhadap hujan tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami pola yang sama. Kondisi atmosfer, suhu muka laut, serta faktor regional turut menentukan perkembangan cuaca di masing-masing daerah.

Karena itu, masyarakat tetap disarankan mengikuti informasi cuaca dan iklim dari BMKG, terutama selama masa peralihan musim. Potensi hujan yang mulai muncul juga perlu diantisipasi karena perubahan dari kondisi kering menuju basah dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Dengan demikian, musim hujan 2026 diperkirakan mulai kembali secara bertahap sejak Oktober dan semakin meluas pada November. Namun, waktu pastinya berbeda-beda untuk setiap wilayah. Masyarakat sebaiknya tidak menjadikan turunnya hujan sesekali sebagai tanda bahwa seluruh daerah telah memasuki musim hujan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/