brasil-vs-maroko-di-piala-dunia-2026-1781393073384_169
Brasil Kehilangan Taji, Maroko Paksa Selecao Berbagi Poin di Laga Panas Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Brasil harus puas mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey (MetLife Stadium), Minggu (14/6/2026) WIB, Selecao ditahan dengan skor 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal.

Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik pada fase grup karena mempertemukan dua tim yang sama-sama difavoritkan melaju ke babak berikutnya. Brasil datang dengan status lima kali juara dunia dan dilatih oleh pelatih kawakan asal Italia, Carlo Ancelotti. Sementara itu, Maroko berupaya melanjutkan tren positif setelah sukses menjadi semifinalis Piala Dunia 2022.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil percaya diri dan mampu memberikan tekanan kepada lini pertahanan Brasil. Tim berjuluk Singa Atlas itu beberapa kali membongkar pertahanan lawan melalui kombinasi permainan cepat dari lini tengah dan sektor sayap. Dominasi Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21.

Berawal dari serangan cepat, Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan akurat yang berhasil dimanfaatkan Ismael Saibari. Pemain PSV Eindhoven tersebut dengan tenang melepaskan cungkilan bola melewati kiper Alisson Becker untuk membawa Maroko unggul 1-0. Gol tersebut membuat para pendukung Brasil terdiam dan memaksa Selecao meningkatkan intensitas serangan.

Tertinggal satu gol, Brasil mencoba bangkit. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32 melalui aksi individu Vinicius Junior. Bintang Real Madrid itu menerima bola di sisi kiri kotak penalti sebelum melakukan tusukan ke dalam dan melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Yassine Bounou. Gol tersebut sekaligus menjadi penyelamat Brasil dari kekalahan pada laga perdana mereka di turnamen ini.

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan keseimbangan permainan timnya. Brasil tampil lebih baik dibandingkan babak pertama dan mulai mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, rapatnya pertahanan Maroko membuat peluang-peluang yang tercipta gagal berbuah gol tambahan.

Di sisi lain, Maroko tetap berbahaya melalui serangan balik cepat. Bahkan pada menit-menit akhir pertandingan, tim Afrika tersebut sempat menciptakan beberapa peluang yang nyaris membuat Brasil pulang tanpa poin. Beruntung bagi Selecao, skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Usai pertandingan, Carlo Ancelotti mengakui timnya tidak tampil sesuai harapan. Pelatih asal Italia itu menilai para pemain Brasil terlihat gugup pada awal pertandingan sehingga sering kehilangan bola dan kalah dalam duel-duel penting. Ia menegaskan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki jika Brasil ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia keenam mereka.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup C semakin terbuka. Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin, sementara laga lain di grup tersebut masih akan menentukan peta persaingan menuju babak 32 besar. Meski gagal menang, kedua tim menunjukkan kualitas yang membuat mereka tetap layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat lolos dari fase grup.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/