Jakarta – Penyanyi asal Amerika Serikat, D4vd, kembali menjadi sorotan setelah pengadilan di Los Angeles memutuskan bahwa terdapat bukti yang cukup untuk membawa kasusnya ke persidangan. Musisi yang memiliki nama asli David Anthony Burke itu menghadapi sejumlah dakwaan berat, mulai dari pembunuhan tingkat pertama, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, hingga mutilasi terhadap jenazah korban. Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang sejak awal menarik perhatian publik internasional.
Hakim mengambil keputusan tersebut setelah mendengarkan serangkaian kesaksian dan bukti yang dipaparkan jaksa dalam sidang pendahuluan yang berlangsung selama beberapa hari. Jaksa menilai bukti forensik, rekaman digital, serta hasil penyelidikan kepolisian sudah cukup kuat untuk membawa perkara tersebut ke tahap persidangan penuh di hadapan juri.
Korban dalam perkara ini adalah Celeste Rivas Hernandez, remaja berusia 14 tahun. Menurut dakwaan jaksa, korban diduga tewas pada April 2025 setelah mengalami serangan menggunakan senjata tajam. Aparat kemudian menemukan jasad korban beberapa bulan kemudian di dalam bagasi depan sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama Burke. Penemuan tersebut menjadi awal penyelidikan besar yang akhirnya mengarah kepada penangkapan sang musisi pada April 2026.
Selain dugaan pembunuhan, jaksa juga menuduh Burke memiliki hubungan seksual ilegal dengan korban yang masih di bawah umur. Dalam persidangan pendahuluan, jaksa menghadirkan berbagai bukti digital, termasuk percakapan, foto, hingga temuan forensik yang diklaim mendukung dugaan tersebut. Bukti lain yang dipresentasikan mencakup pembelian sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk menghilangkan jejak setelah kematian korban.
Pihak pembela tetap membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya. Pengacara Burke menegaskan bahwa kliennya tidak menyebabkan kematian korban dan menyatakan akan membantah seluruh dakwaan ketika persidangan dimulai. Hingga saat ini, Burke tetap menyatakan diri tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dikenakan kepadanya.
Kasus ini juga memunculkan kemungkinan hukuman yang sangat berat. Jaksa memasukkan sejumlah keadaan khusus dalam dakwaan, termasuk dugaan bahwa pembunuhan dilakukan untuk melindungi karier musik terdakwa sekaligus membungkam seorang saksi. Dengan adanya keadaan khusus tersebut, Burke berpotensi menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat atau bahkan hukuman mati apabila nantinya dinyatakan bersalah dan jaksa memutuskan untuk menuntut hukuman tersebut. Namun hingga saat ini, keputusan akhir mengenai tuntutan hukuman mati masih belum ditetapkan oleh pihak kejaksaan.
Selama persidangan pendahuluan, keluarga korban turut hadir dan mengikuti jalannya proses hukum. Kuasa hukum keluarga menyatakan bahwa mereka merasa lega setelah hakim memutuskan perkara tersebut layak dilanjutkan ke tahap persidangan. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.
D4vd sendiri dikenal sebagai penyanyi yang melejit melalui media sosial sebelum meraih popularitas lewat lagu-lagu seperti Romantic Homicide. Popularitasnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir hingga memperoleh kontrak rekaman bernilai jutaan dolar. Namun, kasus hukum yang kini menjeratnya membuat perjalanan kariernya berubah drastis dan menjadi perhatian luas di industri musik internasional.
Sidang dakwaan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026. Setelah proses tersebut selesai, persidangan utama diperkirakan akan segera dimulai untuk menentukan apakah Burke bersalah atau tidak atas seluruh dakwaan yang diajukan. Hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, D4vd tetap berstatus sebagai terdakwa yang membantah seluruh tuduhan terhadap dirinya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















