Jakarta – Aksi seorang wanita di China untuk menyelamatkan suaminya yang digigit ular kobra berubah menjadi malapetaka. Bukannya berhasil menolong, sang istri justru ikut mengalami keracunan akibat bisa ular setelah mencoba menyedot racun langsung dari luka gigitan. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Yunnan, China barat daya, dan menjadi perhatian luas setelah kisahnya viral di media sosial.
Insiden bermula ketika seorang petani lanjut usia sedang bekerja di ladang. Tanpa diduga, seekor ular kobra menggigit jari tangannya. Tak lama kemudian, korban mulai mengalami pembengkakan pada tangan, pusing, serta tubuh yang terasa lemas. Menyadari kondisi suaminya semakin memburuk, sang istri panik dan berusaha memberikan pertolongan dengan cara yang pernah ia lihat di televisi, yaitu menyedot bisa ular langsung menggunakan mulut.
Setelah itu, keluarga segera membawa sang suami ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun beberapa jam berselang, sang istri mulai merasakan gejala yang tidak biasa. Mulut, lidah, wajah, hingga beberapa bagian tubuhnya mengalami mati rasa. Kondisinya terus memburuk hingga keesokan harinya ia mengalami kelelahan parah dan akhirnya ikut dilarikan ke rumah sakit.
Dokter di Rumah Sakit Rakyat Honghe Prefecture No. 3 menyatakan bahwa pasangan tersebut sama-sama mengalami keracunan akibat bisa ular kobra lokal. Sang suami keracunan karena gigitan langsung, sementara sang istri diduga terpapar racun saat menyedot luka gigitan. Keduanya segera diberikan suntikan antibisa (antivenom) serta menjalani perawatan intensif hingga kondisi mereka berangsur membaik dan akhirnya diperbolehkan pulang beberapa hari kemudian.
Kasus tersebut menjadi pengingat penting bahwa metode menyedot racun ular menggunakan mulut bukanlah tindakan medis yang dianjurkan. Dokter menjelaskan racun ular dapat masuk ke dalam tubuh penolong melalui luka kecil di rongga mulut atau melalui selaput lendir. Akibatnya, orang yang mencoba menolong justru berisiko ikut mengalami keracunan.
Selain melarang tindakan menyedot bisa ular, tenaga medis juga mengingatkan masyarakat agar tidak memotong luka bekas gigitan, membakar area yang terkena, maupun mengompresnya menggunakan es. Berbagai tindakan tersebut justru dapat memperparah kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko komplikasi.
Sebagai langkah pertolongan pertama, korban gigitan ular disarankan tetap tenang dan mengurangi aktivitas fisik agar penyebaran racun melalui aliran darah berlangsung lebih lambat. Korban juga harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar memperoleh penanganan medis dan antibisa yang sesuai dengan jenis ular penyebab gigitan.
Apabila memungkinkan, masyarakat juga dianjurkan mengingat ciri-ciri ular, seperti warna tubuh, motif kulit, ukuran, atau bentuk kepala. Jika kondisi aman, mengambil foto ular dari jarak jauh dapat membantu dokter mengidentifikasi spesies ular sehingga antibisa yang diberikan menjadi lebih tepat.
Peristiwa tersebut memicu banyak komentar dari warganet di China. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa menyedot racun ular merupakan mitos yang tidak dianjurkan dalam dunia medis. Sebagian lainnya berharap kisah pasangan tersebut dapat menjadi pelajaran agar masyarakat tidak lagi mempercayai metode pertolongan pertama yang sering muncul dalam film atau acara televisi tanpa dasar ilmiah.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa penanganan cepat di rumah sakit merupakan cara paling aman untuk meningkatkan peluang kesembuhan korban gigitan ular berbisa. Dengan edukasi yang tepat mengenai pertolongan pertama, diharapkan risiko korban bertambah akibat tindakan yang keliru dapat diminimalkan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























