Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas percepatan program elektrifikasi nasional. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah masih adanya sekitar 11.000 desa di Indonesia yang hingga kini belum menikmati akses listrik secara memadai.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan kelistrikan di berbagai wilayah, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari total desa yang sebelumnya belum teraliri listrik, sekitar 1.400 desa telah selesai dikerjakan dan dalam waktu dekat siap diresmikan sebagai bagian dari program pemerataan akses energi nasional.
Menurut Bahlil, laporan perkembangan elektrifikasi tersebut menjadi salah satu agenda utama yang disampaikan kepada Presiden Prabowo. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap energi listrik yang layak sebagai fondasi pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.
Program listrik desa menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo karena masih banyak wilayah yang mengandalkan pembangkit listrik skala kecil atau bahkan belum memiliki akses listrik sama sekali. Kondisi tersebut dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi lokal, aktivitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan di berbagai daerah terpencil.
Selain membahas elektrifikasi desa, rapat tersebut juga menyinggung penataan sektor pertambangan nasional. Pemerintah berupaya memperkuat tata kelola pertambangan agar lebih transparan, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Penataan tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sumber daya alam.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melaporkan perkembangan proyek pabrik baterai kendaraan listrik milik Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Pabrik yang sebelumnya memulai pembangunan melalui proses groundbreaking pada 2025 itu kini telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap produksi komersial. Pemerintah menilai proyek tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia.
Keberhasilan pembangunan pabrik CATL dinilai menjadi bukti nyata implementasi program hilirisasi mineral yang selama ini didorong pemerintah. Dengan memanfaatkan cadangan nikel yang besar, Indonesia berupaya tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan juga sebagai produsen produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, percepatan elektrifikasi desa dipandang memiliki dampak yang tidak kalah strategis. Kehadiran listrik memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap teknologi digital, meningkatkan produktivitas usaha mikro, memperluas kegiatan ekonomi malam hari, hingga membuka peluang investasi baru di wilayah pedesaan. Pemerintah berharap pemerataan energi dapat memperkecil kesenjangan pembangunan antara perkotaan dan daerah terpencil.
Program listrik desa juga mendukung target pemerintah dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional hingga mendekati 100 persen. Untuk mencapai target tersebut, pembangunan jaringan listrik akan disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah. Di wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau jaringan utama, pemerintah akan memanfaatkan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan seperti tenaga surya maupun mikrohidro.
Di sisi lain, pemerintah menilai ketersediaan listrik menjadi syarat penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. Berbagai program digitalisasi pelayanan publik, pengembangan industri, hingga peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.
Rapat antara Presiden Prabowo dan Menteri ESDM menunjukkan bahwa pemerataan akses energi masih menjadi agenda penting pemerintah. Dengan masih adanya sekitar 11.000 desa yang belum teraliri listrik, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memastikan setiap wilayah di Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang melalui akses energi yang andal.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















