Jakarta – Hot yoga tengah menjadi salah satu pilihan olahraga yang menarik perhatian karena menggabungkan gerakan yoga dengan latihan di ruangan bersuhu tinggi. Namun, olahraga yang membuat tubuh berkeringat lebih banyak ini ternyata tidak cocok untuk semua orang. Penderita penyakit jantung justru disarankan berhati-hati karena panas dan intensitas latihan dapat memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular.
Hot yoga dilakukan di ruangan yang sengaja dipanaskan sehingga tubuh mengalami paparan panas selama latihan. Kondisi tersebut membuat detak jantung meningkat dan suhu inti tubuh naik. Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa satu sesi hot yoga dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan denyut jantung dibandingkan yoga tanpa pemanasan.
Ketika berada di lingkungan panas, tubuh akan berusaha melepaskan panas melalui keringat dan perubahan aliran darah. Proses tersebut menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Pada orang tertentu, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, kombinasi panas, aktivitas fisik, dan dehidrasi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas.
Mayo Clinic secara khusus menyebut penyakit jantung sebagai salah satu kondisi yang menjadi alasan seseorang sebaiknya menghindari hot yoga. Orang dengan masalah dehidrasi, intoleransi panas, atau riwayat penyakit akibat panas juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba olahraga tersebut.
Risikonya bukan berarti semua jenis yoga berbahaya bagi penderita penyakit jantung. Sebaliknya, yoga secara umum memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Johns Hopkins Medicine menyebut praktik yoga dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan detak jantung pada kondisi tertentu.
American Heart Association juga mencatat bahwa sejumlah penelitian menemukan hubungan antara yoga dengan perbaikan beberapa faktor risiko penyakit jantung. Manfaat tersebut antara lain berkaitan dengan tekanan darah, kadar kolesterol, stres, dan faktor metabolik. Namun, jenis yoga, intensitas, kondisi kesehatan, serta kemampuan masing-masing orang perlu dipertimbangkan.
Perbedaan utama hot yoga dengan yoga biasa terletak pada tambahan paparan panas. Panas tersebut memang dapat membuat latihan terasa lebih berat dan meningkatkan denyut jantung, tetapi bukan berarti semakin panas berarti semakin sehat. Tinjauan sistematis mengenai hot yoga juga menemukan bahwa bukti mengenai manfaat kardiovaskularnya masih beragam dan sejumlah penelitian tidak menemukan perubahan berarti pada beberapa indikator kesehatan jantung.
Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kondisi kesehatan lain, konsultasi dengan dokter sebelum mengikuti kelas hot yoga menjadi langkah penting. Dokter dapat membantu menentukan apakah olahraga tersebut aman dan apakah perlu memilih jenis yoga dengan intensitas atau suhu yang lebih rendah.
Peserta juga perlu memperhatikan tanda-tanda tubuh selama latihan. Rasa pusing, mual, lemas, atau merasa tidak sehat merupakan tanda untuk segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang lebih sejuk. Dehidrasi dan penyakit akibat panas dapat terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatasi kombinasi suhu tinggi dan aktivitas fisik.
Dengan demikian, manfaat yoga tidak harus selalu diperoleh melalui latihan di ruangan bersuhu tinggi. Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah jantung, pilihan yoga yang lebih ringan dan dilakukan pada suhu normal dapat menjadi alternatif yang lebih aman. Yang terpenting, jenis olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























