58ea117ec4609d39421b85c8a8ade567_XL
Dari Kamp Pengungsi hingga Capitol Hill, Perjalanan Ilhan Omar Menembus Politik AS

Jakarta – Nama Ilhan Omar menjadi salah satu simbol perjalanan imigran dalam politik Amerika Serikat. Lahir di Somalia dan pernah tinggal di kamp pengungsi, Omar kemudian berhasil mencapai panggung politik nasional hingga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Minnesota.

Perjalanan tersebut tidak berlangsung singkat. Omar lahir di Mogadishu, Somalia, pada 4 Oktober 1982. Ketika masih kecil, ia dan keluarganya meninggalkan Somalia akibat perang saudara. Keluarganya kemudian menghabiskan sekitar empat tahun di kamp pengungsi Dadaab, Kenya, sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menetap di Amerika Serikat.

Keluarga Omar tiba di Amerika Serikat pada 1995. Setelah sempat tinggal di New York dan Virginia, keluarganya kemudian menetap di Minneapolis, Minnesota. Di kota tersebut, Omar mulai membangun kehidupan baru sekaligus mengenal lebih dekat proses politik Amerika.

Ketertarikannya terhadap politik sudah muncul sejak usia muda. Omar pernah mendampingi kakeknya menghadiri pertemuan politik dan membantu menerjemahkan pembicaraan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya menuju dunia politik.

Sebelum masuk ke Kongres AS, Omar terlebih dahulu terjun ke politik tingkat negara bagian. Pada 2016, ia memenangkan pemilihan dan menjadi anggota Minnesota House of Representatives. Kemenangan itu membuatnya menjadi perempuan Somalia-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota legislatif negara bagian Minnesota.

Dua tahun kemudian, Omar kembali mencetak sejarah. Dalam pemilihan umum 2018, ia memenangkan kursi DPR AS untuk mewakili distrik kongres ke-5 Minnesota. Ia kemudian mulai menjalankan tugas sebagai anggota Kongres pada Januari 2019. Saat itu, Omar menjadi salah satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih ke Kongres AS bersama Rashida Tlaib. Ia juga menjadi perempuan Somalia-Amerika pertama yang duduk di Kongres.

Kemenangan Omar mendapat perhatian luas karena latar belakangnya sebagai mantan pengungsi. Badan Pengungsi PBB atau UNHCR menyebut kemenangan tersebut sebagai simbol harapan bagi para pengungsi di berbagai belahan dunia. Kisahnya dianggap menunjukkan bahwa seseorang yang pernah hidup sebagai pengungsi dapat memperoleh kesempatan untuk berkontribusi dalam kehidupan politik negara tempatnya bermukim.

Selain statusnya sebagai mantan pengungsi, Omar juga menjadi sorotan karena mengenakan hijab. Kehadirannya di Kongres menjadi bagian dari perubahan wajah politik Amerika yang semakin beragam. Ia dikenal sebagai salah satu perempuan Muslim pertama yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif federal Amerika Serikat.

Saat ini, Omar masih menjadi anggota DPR AS dan mewakili Minnesota’s 5th Congressional District, yang mencakup Minneapolis dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

Karier politik Omar juga tidak terlepas dari kontroversi. Sebagai politikus Demokrat yang dikenal memiliki pandangan progresif, ia kerap menjadi sasaran kritik dari lawan politik. Pernyataannya mengenai kebijakan luar negeri, imigrasi, dan pemerintahan AS beberapa kali memicu perdebatan nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Omar juga tetap aktif menyuarakan isu yang berkaitan dengan imigrasi, hak sipil, dan kebijakan sosial. Situs resminya mencatat sejumlah rancangan undang-undang dan amandemen yang telah diperkenalkannya selama berada di Kongres.

Perjalanan Ilhan Omar dari Somalia, kamp pengungsi di Kenya, hingga Capitol Hill pada akhirnya menjadi kisah tentang mobilitas sosial dan representasi politik. Terlepas dari kontroversi yang mengiringi kariernya, keberhasilannya mendapatkan kursi di Kongres AS menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah representasi perempuan Muslim dan komunitas imigran di Amerika.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/