6017f44ae00fa
Jangan Digoreng Lagi! Pakar IPB Ungkap Cara Tepat Memanaskan Telur Goreng agar Tetap Lezat dan Bergizi

Jakarta – Telur goreng menjadi salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia karena praktis, lezat, dan kaya akan protein. Namun, masih banyak orang yang memilih menggoreng ulang telur ketika ingin menghangatkannya. Padahal, cara tersebut dinilai bukan metode terbaik karena dapat memengaruhi tekstur, rasa, hingga kualitas gizi telur.

Seorang pakar dari IPB University membagikan cara yang lebih tepat untuk memanaskan telur goreng agar tetap nikmat saat disantap tanpa harus kembali digoreng. Menurutnya, proses pemanasan yang benar dapat menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi penggunaan minyak berlebih.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah menggunakan kukusan atau uap panas. Telur goreng cukup diletakkan di atas wadah tahan panas, kemudian dikukus selama beberapa menit hingga suhu di bagian dalamnya kembali hangat. Cara ini dinilai mampu mempertahankan kelembapan telur sehingga teksturnya tidak menjadi keras atau kering.

Alternatif lainnya adalah menggunakan microwave dengan pengaturan daya sedang. Sebelum dipanaskan, telur sebaiknya ditutup menggunakan penutup khusus microwave atau tisu dapur yang sedikit lembap. Langkah ini membantu menjaga kadar air di dalam telur sehingga hasil akhirnya tetap empuk dan tidak mudah mengering.

Pakar juga menyarankan penggunaan teflon tanpa tambahan minyak apabila tidak memiliki alat kukus maupun microwave. Telur cukup dipanaskan di atas api kecil selama beberapa menit sambil sesekali dibalik. Teknik ini dinilai lebih baik dibandingkan menggoreng ulang menggunakan banyak minyak karena tidak menambah kandungan lemak pada makanan.

Menggoreng ulang telur dengan minyak panas berulang kali dapat menyebabkan bagian luar telur menjadi terlalu kering, sementara cita rasanya berubah. Selain itu, penggunaan minyak secara berulang juga tidak dianjurkan karena dapat menghasilkan senyawa hasil oksidasi yang kurang baik jika digunakan terus-menerus.

Selain cara memanaskan, penyimpanan telur goreng juga memegang peranan penting. Setelah matang, telur sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak langsung dikonsumsi, lauk tersebut dianjurkan disimpan di dalam wadah tertutup dan dimasukkan ke lemari pendingin agar kualitasnya tetap terjaga serta meminimalkan pertumbuhan bakteri.

Telur sendiri dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, dan berbagai mineral penting lainnya. Kandungan gizi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan otot, fungsi otak, sistem kekebalan tubuh, hingga membantu proses regenerasi sel.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University sebelumnya juga menjelaskan bahwa kualitas telur tidak ditentukan oleh warna cangkangnya. Telur berwarna putih maupun cokelat memiliki kandungan gizi yang relatif sama. Yang lebih penting adalah memastikan telur masih segar, cangkangnya utuh, terasa berat saat dipegang, dan disimpan dengan benar sebelum diolah.

Untuk menjaga keamanan pangan, telur juga dianjurkan dimasak hingga matang sempurna. Proses pemasakan yang baik dapat membantu mengurangi risiko paparan bakteri seperti Salmonella maupun Escherichia coli yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan apabila telur dikonsumsi dalam kondisi kurang matang.

Dengan menerapkan cara memanaskan yang tepat, masyarakat tidak hanya dapat menikmati telur goreng dengan rasa yang tetap lezat, tetapi juga membantu mempertahankan kualitas gizinya. Menggunakan kukusan, microwave, atau teflon tanpa minyak menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan menggoreng ulang. Langkah sederhana ini juga dapat mengurangi konsumsi minyak berlebih sekaligus membuat lauk favorit keluarga tetap aman dan nikmat saat disantap kembali.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/