2026072701_IMAGE_perry-warjiyo--foto--dok-mi-ist-
Di Balik Mundurnya Perry Warjiyo, Ini Kronologi Lengkap yang Mengguncang Bank Indonesia

Jakarta – Keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan di sektor ekonomi nasional pada 2026. Pengunduran diri tersebut terjadi ketika Indonesia masih menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, sehingga memicu perhatian pelaku pasar, investor, hingga kalangan ekonom.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pemerintah, Perry lebih dulu mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 25 Juli 2026. Surat tersebut kemudian diterima secara resmi oleh pemerintah sehari setelahnya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut diajukan melalui surat dan bukan melalui pertemuan langsung dengan Presiden.

Pada Senin, 27 Juli 2026, pemerintah mengumumkan secara resmi bahwa Presiden Prabowo menerima pengunduran diri Perry Warjiyo. Dalam kesempatan yang sama, Senior Deputi Gubernur BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia untuk memastikan seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan normal hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Perry Warjiyo disebut mengundurkan diri dengan alasan pribadi. Hingga pengumuman dilakukan, pemerintah tidak mengungkapkan alasan yang lebih rinci terkait keputusan tersebut. Perry sendiri tidak hadir dalam konferensi pers sehingga tidak memberikan pernyataan langsung kepada publik.

Kepergian Perry terjadi di tengah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami pelemahan cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut sebelumnya juga memicu kritik dari sejumlah anggota DPR yang mempertanyakan efektivitas kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Sesaat setelah kabar pengunduran diri diumumkan, pasar keuangan langsung merespons. Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS, sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan volatilitas akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Meski demikian, Destry Damayanti memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal. Ia menegaskan seluruh kebijakan yang telah dirancang sebelumnya akan terus dijalankan guna menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan sektor keuangan nasional. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu komitmen BI dalam mengendalikan inflasi maupun menjaga stabilitas rupiah.

Perry Warjiyo sendiri merupakan salah satu ekonom senior Indonesia yang telah berkarier di Bank Indonesia sejak 1984. Ia menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 dan kembali dipercaya untuk masa jabatan kedua pada 2023. Selama kepemimpinannya, Perry dikenal sebagai sosok yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19 dan berbagai gejolak ekonomi global.

Sejumlah analis menilai pengunduran diri Perry berpotensi memengaruhi sentimen investor, terutama terkait independensi Bank Indonesia. Mereka menilai proses penunjukan gubernur definitif akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter Indonesia di masa mendatang.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden akan mengajukan calon gubernur definitif kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum resmi dilantik. Hingga proses tersebut selesai, Destry Damayanti akan menjalankan tugas sebagai pejabat sementara agar kesinambungan kebijakan Bank Indonesia tetap terjaga.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/