OIF (28)
27 Tahun Jadi Misteri, Kasus Pembunuhan Tupac Shakur Akhirnya Berujung Vonis Bersalah

Jakarta – Kasus pembunuhan rapper legendaris Tupac Shakur yang selama hampir tiga dekade menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah hip-hop akhirnya memasuki babak baru. Duane “Keffe D” Davis, mantan pemimpin geng South Side Compton Crips, dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama terhadap Tupac oleh juri di Las Vegas.

Putusan tersebut menjadi vonis pertama dalam kasus kematian Tupac yang telah berlangsung sejak 1996. Juri membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mencapai keputusan setelah menjalani persidangan yang berlangsung selama beberapa pekan. Davis dinilai berperan dalam mengatur serangan yang menewaskan Tupac, meski dirinya bukan orang yang dituduh menarik pelatuk.

Tupac Shakur ditembak pada 7 September 1996 di Las Vegas, Nevada. Saat itu, ia sedang berada di dalam sebuah mobil bersama Marion “Suge” Knight setelah menghadiri pertandingan tinju Mike Tyson. Sebuah kendaraan mendekati mobil mereka dan sejumlah tembakan dilepaskan. Tupac mengalami luka tembak serius dan meninggal dunia enam hari kemudian pada usia 25 tahun. Knight selamat dari serangan tersebut.

Selama bertahun-tahun, kasus tersebut tidak menghasilkan tersangka yang berhasil dibawa ke pengadilan. Situasi mulai berubah setelah Davis, yang dikenal dengan nama panggilan “Keffe D”, beberapa kali berbicara secara terbuka mengenai peristiwa tersebut.

Dalam berbagai wawancara dan memoarnya yang terbit pada 2019, Davis mengakui dirinya berada di dalam kendaraan yang digunakan saat serangan berlangsung. Ia juga mengatakan telah memperoleh senjata yang kemudian digunakan dalam penembakan. Namun, Davis tidak mengakui dirinya sebagai penembak.

Jaksa kemudian menggunakan pernyataan-pernyataan tersebut sebagai bagian penting dari bukti di persidangan. Menurut jaksa, serangan terhadap Tupac merupakan aksi balas dendam setelah terjadi perkelahian antara Tupac dan sejumlah rekannya dengan Orlando “Baby Lane” Anderson, keponakan Davis, pada malam yang sama.

Anderson selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu nama yang pernah dicurigai terkait penembakan Tupac. Namun, ia tidak pernah didakwa dalam kasus tersebut dan meninggal dalam penembakan lain di California pada 1998. Sementara itu, sejumlah orang lain yang diduga berada di dalam kendaraan saat serangan juga telah meninggal dunia.

Pihak pembela Davis berusaha menggambarkan berbagai pengakuannya sebagai cerita yang dilebih-lebihkan demi mendapatkan keuntungan finansial. Pengacara Davis juga mempertanyakan tidak adanya bukti independen yang secara langsung membuktikan seluruh keterangannya mengenai penembakan tersebut. Seorang mantan detektif Las Vegas bahkan mengakui dalam persidangan bahwa ia tidak dapat memverifikasi beberapa klaim Davis secara independen.

Meski demikian, jaksa berhasil meyakinkan juri bahwa rangkaian pernyataan Davis selama bertahun-tahun, termasuk isi memoarnya dan rekaman wawancara dengan aparat, cukup untuk menunjukkan perannya dalam mengatur serangan.

Dengan vonis bersalah ini, salah satu kasus paling terkenal dalam sejarah musik akhirnya mendapatkan titik terang secara hukum. Davis kini menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Ia juga disebut berencana mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kematian Tupac sendiri tetap menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam sejarah hip-hop. Hingga puluhan tahun setelah kepergiannya, musik dan sosok Tupac masih memiliki pengaruh besar terhadap budaya populer dunia. Vonis terhadap Davis pun menjadi penutup penting dari misteri panjang yang selama ini terus menjadi perhatian penggemar musik di berbagai negara.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/