2a9ceedb1720821e18af109d7b12fa07
Pendaki WNI Tewas di Gunung Fuji, Sempat Terpisah dari Rombongan Tur

Jakarta – Kabar duka datang dari Jepang setelah seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia ketika mengikuti pendakian Gunung Fuji. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalur pendakian pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Peristiwa itu terjadi di jalur Fuji-Yoshida, salah satu rute pendakian menuju puncak Gunung Fuji. Berdasarkan laporan kepolisian Jepang yang dikutip NHK, korban merupakan seorang pria WNI yang mengikuti tur pendakian dengan seorang pemandu. Identitas lengkap korban tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

Korban diketahui memulai perjalanan dari Pos 5 Fuji-Yoshida sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah melakukan perjalanan bersama rombongan dan beristirahat untuk makan siang, pria tersebut tidak kembali ke titik pertemuan yang sebelumnya telah disepakati.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan tanpa korban. Sementara itu, keberadaan pendaki tersebut belum diketahui oleh anggota rombongan lainnya.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.00 waktu Jepang, pendaki lain menemukan seorang pria dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri di jalur pendakian dekat Pos 7. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan.

Korban selanjutnya dievakuasi turun menuju Pos 5. Dari sana, ia dibawa ke rumah sakit di Kota Fujikawaguchiko untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Kepolisian Jepang menduga korban mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan jantung. Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan pihak berwenang.

Kantor Polisi Fuji-Yoshida di Prefektur Yamanashi mengungkapkan informasi mengenai kejadian tersebut pada Minggu, 30 Agustus 2026. Polisi masih melakukan penelusuran terkait kronologi lengkap insiden yang menimpa pendaki asal Indonesia tersebut.

Gunung Fuji sendiri merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian sekitar 3.776 meter di atas permukaan laut. Gunung yang menjadi salah satu ikon Jepang ini menjadi tujuan populer bagi wisatawan dan pendaki dari berbagai negara.

Meski rute pendakian Gunung Fuji telah dikelola dan dilengkapi sejumlah fasilitas, aktivitas di gunung tetap memiliki risiko. Kondisi fisik pendaki menjadi salah satu faktor penting, terutama ketika harus menghadapi perubahan cuaca, suhu yang lebih rendah, medan menanjak, serta kondisi tubuh yang dapat berubah selama perjalanan.

Insiden yang menimpa WNI tersebut kembali menjadi pengingat bagi wisatawan Indonesia yang ingin melakukan pendakian di luar negeri untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan dengan baik. Mengikuti arahan pemandu, tetap bersama rombongan, membawa perlengkapan yang sesuai, serta segera melaporkan kondisi tubuh yang tidak normal menjadi langkah penting selama perjalanan.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi antara pendaki dan rombongan. Ketika seorang peserta tidak kembali ke titik pertemuan, pencarian dan pelaporan kepada petugas secepat mungkin dapat menjadi faktor penting dalam situasi darurat.

Hingga laporan ini dibuat, identitas korban belum diumumkan secara terbuka. Pihak berwenang Jepang masih menangani kasus tersebut, sementara dugaan gangguan kesehatan jantung menjadi salah satu kemungkinan penyebab kematian pendaki WNI tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/