Jakarta – Pemerintah Thailand mulai memberikan keringanan bagi masyarakat melalui perubahan struktur tarif listrik yang berlaku pada tagihan September 2026. Kebijakan terbaru tersebut membuat tarif listrik rata-rata turun dari sebelumnya 3,95 baht menjadi sekitar 3,86 baht per unit, sementara 200 unit pertama untuk pelanggan rumah tangga dikenakan tarif maksimal 3 baht per unit.
Perubahan ini ditetapkan oleh Energy Regulatory Commission (ERC) Thailand sebagai bagian dari upaya mengurangi beban biaya hidup masyarakat. Kebijakan tersebut juga mengubah struktur tarif listrik rumah tangga agar konsumen dengan penggunaan listrik lebih rendah mendapatkan manfaat yang lebih besar.
Sebelumnya, ERC telah menetapkan tarif listrik rata-rata sebesar 3,95 baht per unit untuk periode September hingga Desember 2026. Tarif tersebut terdiri atas tarif dasar sebesar 3,78 baht dan biaya penyesuaian otomatis atau Ft sebesar 16,23 satang per unit.
Namun, setelah dilakukan penyesuaian struktur tarif, rata-rata tarif listrik turun menjadi sekitar 3,86 baht per unit sebelum pajak pertambahan nilai (PPN). Penurunan tersebut terjadi setelah biaya listrik untuk penerangan publik tidak lagi dibebankan dengan cara yang sama dalam struktur tarif rumah tangga.
Salah satu perubahan yang paling menarik perhatian adalah tarif untuk konsumsi listrik rumah tangga hingga 200 unit. Dalam struktur baru, penggunaan listrik pada 200 unit pertama dikenakan biaya energi maksimal 3 baht per unit.
Kebijakan tersebut menggunakan sistem tarif progresif. Artinya, konsumen tidak langsung dikenakan tarif tertinggi untuk seluruh penggunaan listrik ketika melewati batas tertentu. Setiap kelompok pemakaian akan dihitung berdasarkan tarif yang berlaku pada masing-masing tingkat konsumsi.
Untuk penggunaan antara 201 hingga 400 unit, tarif energi ditetapkan sekitar 4,1584 baht per unit. Sementara konsumsi di atas 400 unit dikenakan tarif sekitar 4,3583 baht per unit. Angka tersebut merupakan komponen biaya energi dan belum termasuk biaya layanan, Ft, serta PPN.
Dengan sistem tersebut, rumah tangga yang menggunakan listrik dalam jumlah lebih sedikit akan memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan pelanggan dengan konsumsi listrik tinggi. Pemerintah Thailand berharap kebijakan ini dapat membuat struktur tarif menjadi lebih adil sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup.
Perubahan tarif juga memperluas definisi pelanggan rumah tangga yang dapat memperoleh struktur tarif tersebut. Selain rumah dengan alamat terdaftar, sejumlah hunian seperti rumah kontrakan, asrama, apartemen, serta tempat tinggal yang belum memiliki alamat rumah permanen dapat masuk dalam kategori pelanggan rumah tangga apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Pemerintah Thailand memperkirakan lebih dari 21 juta rumah tangga akan mendapatkan manfaat dari perubahan struktur tarif listrik tersebut. Total penghematan yang diharapkan mencapai sekitar 18 miliar baht.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan keputusan untuk memisahkan pembiayaan layanan penerangan publik dari beban tarif listrik masyarakat. Sebelumnya, biaya penerangan jalan dan fasilitas publik ikut masuk dalam struktur biaya listrik. Penghapusan komponen tersebut membantu menurunkan tarif dasar yang dibayarkan konsumen.
Untuk periode September hingga Desember 2026, biaya Ft sendiri ditetapkan sebesar 16,23 satang per unit. Angka ini sebelumnya digunakan untuk mempertahankan tarif rata-rata pada level 3,95 baht per unit melalui mekanisme clawback. ERC menggunakan lebih dari 16,1 miliar baht dana clawback untuk membantu menekan beban biaya listrik masyarakat.
Dengan adanya perubahan terbaru, masyarakat Thailand mulai merasakan manfaatnya melalui tagihan listrik yang diterbitkan mulai September 2026. Pemerintah berharap pengurangan biaya energi dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dan meringankan pengeluaran rumah tangga.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah Thailand untuk menekan biaya hidup di tengah kondisi ekonomi dan harga energi global yang masih berfluktuasi. Dengan memberikan tarif lebih rendah kepada pengguna listrik rumah tangga dengan konsumsi kecil, pemerintah juga mendorong sistem pembayaran yang dianggap lebih proporsional.
Bagi masyarakat Thailand, penurunan tarif listrik ini menjadi kabar positif karena listrik merupakan salah satu komponen penting dalam pengeluaran bulanan. Dengan tarif 200 unit pertama maksimal 3 baht per unit, rumah tangga dengan konsumsi rendah berpotensi memperoleh penghematan lebih besar mulai tagihan September 2026.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















