illustration-timor-leste-flag_585689-224
Timor-Leste Disorot Jadi Markas Baru Sindikat Scam, Jejak Jaringan Mulai Terbongkar

Jakarta – Timor-Leste tengah menghadapi persoalan serius terkait maraknya jaringan penipuan daring atau online scam. Negara yang berada di sebelah utara Australia tersebut kini menjadi sorotan setelah aparat keamanan melakukan serangkaian operasi terhadap pusat-pusat penipuan yang diduga melibatkan jaringan kriminal lintas negara.

Kasus ini juga menarik perhatian pemerintah Indonesia karena puluhan warga negara Indonesia (WNI) terjaring dalam operasi pemberantasan online scam di Timor-Leste. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya mengungkapkan sebanyak 61 WNI masih ditahan oleh otoritas setempat untuk menjalani proses penyelidikan.

Penggerebekan terhadap jaringan tersebut dilakukan pada 27 Juni 2026. Dari sekitar 67 orang yang menjadi sasaran operasi, 61 berhasil ditangkap, sedangkan enam lainnya melarikan diri. Salah satu dari 61 WNI yang diamankan diduga memiliki posisi sebagai supervisor atau manajer dalam jaringan tersebut.

Hasil penelusuran Kemlu RI juga menemukan adanya dugaan perpindahan pekerja dari pusat online scam di Kamboja menuju sejumlah negara lain, termasuk Timor-Leste. Fenomena tersebut muncul setelah aparat Kamboja melakukan operasi besar terhadap pusat-pusat penipuan daring.

Temuan ini mengindikasikan bahwa jaringan online scam tidak selalu berhenti setelah sebuah lokasi digerebek. Para pelaku dan pekerjanya diduga dapat berpindah ke wilayah lain untuk melanjutkan aktivitas serupa.

Persoalan tersebut ternyata lebih luas dibanding satu operasi penangkapan. Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão sebelumnya mengatakan penguatan kemampuan intelijen menjadi salah satu kunci untuk menghadapi perkembangan online scam di negaranya.

Menurut Xanana, aparat keamanan Timor-Leste telah melakukan berbagai penangkapan terhadap warga negara asing yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia ketika kasus melibatkan WNI. Hingga pertengahan Juli 2026, aparat Timor-Leste telah menangkap 342 orang dalam berbagai operasi terkait online scam.

Perkembangan terbaru menunjukkan skala masalah tersebut semakin besar. ABC Pacific melaporkan pada 1 September 2026 bahwa hampir 600 orang telah ditangkap dalam rangkaian operasi kepolisian di Dili. Jaringan yang dibongkar juga dikaitkan dengan modus penipuan investasi online dan perekrutan yang dijalankan melalui call center terorganisasi.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan anggota oposisi di Timor-Leste menilai persoalan ini tidak sekadar berkaitan dengan kriminalitas lokal. Mereka menduga terdapat jaringan transnasional yang memanfaatkan kelemahan institusi untuk menjalankan aktivitas ilegal.

Pemerintah Timor-Leste sendiri telah mengambil langkah lebih luas. Pada Agustus 2026, pemerintah menyetujui rencana nasional 2026-2031 untuk mencegah dan memberantas jaringan penipuan finansial digital lintas negara, kejahatan siber terorganisasi, serta perdagangan manusia.

Rencana tersebut mencakup penguatan intelijen, aparat keamanan, investigasi kriminal, pengawasan keuangan, pengendalian perbatasan, hingga kerja sama internasional. Pemerintah juga merencanakan pembentukan National Centre for Coordination, Assessment, and Combating Transnational Threats atau CN-CAT untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi perhatian karena sejumlah WNI diduga telah menjadi bagian dari jaringan tersebut. Kemlu RI masih memantau proses hukum terhadap para WNI yang ditahan dan kemungkinan pemulangan mereka akan bergantung pada proses penyelidikan serta keputusan otoritas Timor-Leste.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa perang melawan online scam semakin membutuhkan kerja sama lintas negara. Ketika jaringan penipuan dapat berpindah dari satu negara ke negara lain, penindakan tidak cukup dilakukan hanya dengan membongkar satu lokasi. Pertukaran informasi, pengawasan perekrutan tenaga kerja, penguatan penegakan hukum, dan koordinasi antarnegara menjadi semakin penting untuk memutus rantai jaringan tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/