Jakarta – Minum air es masih sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Sebagian orang bahkan menghindari air putih dingin karena khawatir kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat gemuk. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini ikut meluruskan mitos tersebut. Ia menjelaskan bahwa air putih, baik dalam kondisi dingin, suhu ruang maupun hangat, pada dasarnya tidak mengandung kalori. Karena itu, suhu air bukan penyebab seseorang mengalami penumpukan lemak.
Air Putih Dingin Tidak Membuat Gemuk
Jika yang diminum benar-benar air putih tanpa tambahan gula, sirup atau bahan pemanis lainnya, minuman tersebut tidak memberikan kalori yang dapat menyebabkan berat badan bertambah.
Dengan kata lain, seseorang tidak perlu menghindari air es hanya karena sedang menjalani program menjaga berat badan. Air putih dingin tetap menjadi pilihan minuman rendah kalori, sama seperti air putih dalam suhu normal.
Budi bahkan menyebut bahwa mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak tidak otomatis membuat tubuh menjadi gemuk. Efek yang mungkin muncul apabila seseorang minum terlalu banyak dalam waktu tertentu justru dapat berupa rasa kembung.
Bukan Suhunya, tetapi Isi Minumannya
Kesalahpahaman sering muncul karena istilah “minum es” dapat merujuk pada berbagai jenis minuman. Air es sebenarnya berbeda dengan minuman dingin yang mengandung gula dan bahan tambahan lainnya.
Es kopi susu, es sirup, es cendol, es teler, hingga berbagai minuman kekinian dapat mengandung gula dan kalori cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan, asupan kalori tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Hal ini juga sejalan dengan penjelasan dokter spesialis gizi yang sebelumnya menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan suhu minuman, melainkan kandungan di dalamnya. Air putih tanpa tambahan gula tidak menjadi sumber kalori.
Benarkah Air Es Membekukan Lemak?
Mitos lain yang cukup populer adalah anggapan bahwa air dingin dapat membuat lemak dalam tubuh menggumpal. Anggapan tersebut tidak sesuai dengan cara kerja tubuh manusia.
Tubuh memiliki mekanisme untuk mengatur suhu. Ketika air dingin masuk ke dalam tubuh, suhunya akan menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Karena itu, tidak tepat jika menganggap es yang diminum akan membuat lemak di dalam perut membeku atau menggumpal.
Suhu air juga bukan faktor utama dalam proses pembakaran lemak. Dokter gizi Diana F Suganda sebelumnya menjelaskan bahwa suhu air minum tidak memiliki hubungan langsung dengan metabolisme lemak. Dalam konteks berat badan, jumlah kalori yang masuk dan keluar dari tubuh jauh lebih berpengaruh.
Tetap Perhatikan Pola Minum
Meski air es tidak secara langsung menyebabkan kegemukan, bukan berarti semua minuman dingin aman dikonsumsi tanpa batas. Yang perlu diperhatikan adalah komposisi minuman tersebut.
Jika ingin menjaga berat badan, air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Minum air putih dalam kondisi dingin pun tidak menjadi masalah selama tubuh merasa nyaman.
Jadi, bagi orang yang selama ini takut minum air es karena khawatir gemuk, tidak perlu terlalu cemas. Air putih dingin bukan penyebab utama kenaikan berat badan. Justru kandungan gula, total kalori, pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup secara keseluruhan yang perlu lebih diperhatikan.
Pada akhirnya, persoalan bukan terletak pada apakah air yang diminum dingin atau hangat, tetapi apa yang terkandung di dalam minuman tersebut dan bagaimana pola konsumsi sehari-hari.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























