Jakarta – Roti sourdough kini semakin populer di kalangan pecinta kuliner dan gaya hidup sehat. Tidak hanya hadir di bakery premium, sourdough juga mulai banyak dijual di kafe hingga toko roti rumahan di berbagai kota besar Indonesia. Teksturnya yang khas dengan rasa sedikit asam membuat roti ini memiliki daya tarik tersendiri dibanding roti biasa.
Sourdough merupakan jenis roti yang dibuat melalui proses fermentasi alami menggunakan “starter” atau biang alami dari campuran tepung dan air. Berbeda dengan roti pada umumnya yang memakai ragi instan, sourdough memanfaatkan ragi liar dan bakteri asam laktat yang tumbuh secara alami selama proses fermentasi.
Proses fermentasi sourdough membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding roti biasa. Bahkan, starter sourdough bisa memerlukan waktu hingga dua minggu sebelum siap digunakan sebagai pengembang roti. Selama proses tersebut, mikroorganisme alami berkembang dan menghasilkan aroma asam khas yang menjadi ciri utama sourdough.
Selain terkenal karena cita rasanya, sourdough juga dianggap lebih sehat. Banyak ahli menyebut roti ini lebih mudah dicerna karena proses fermentasi membantu memecah sebagian gluten dan pati di dalam tepung. Hal ini membuat sourdough menjadi pilihan populer bagi orang yang sensitif terhadap gluten atau memiliki masalah pencernaan ringan.
Tak hanya itu, sourdough juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding roti putih biasa. Artinya, roti ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi. Karena alasan tersebut, sourdough sering direkomendasikan sebagai alternatif roti yang lebih ramah bagi penderita diabetes maupun orang yang sedang menjalani pola makan sehat.
Dari sisi nutrisi, sourdough mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti zat besi, kalsium, selenium, folat, hingga vitamin B kompleks. Kandungan prebiotik hasil fermentasi juga disebut baik untuk menjaga kesehatan usus dan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Popularitas sourdough juga meningkat berkat tren makanan fermentasi yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Di media sosial, banyak pengguna membagikan pengalaman membuat sourdough sendiri di rumah, mulai dari proses membuat starter hingga memanggang roti. Komunitas pecinta sourdough pun terus berkembang, termasuk di Indonesia.
Di berbagai kafe modern, sourdough kini sering digunakan sebagai menu sandwich, avocado toast, hingga pendamping sup dan pasta. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut dan berongga di dalam membuat roti ini cocok dipadukan dengan berbagai jenis makanan.
Meski begitu, proses pembuatan sourdough yang memakan waktu panjang membuat harga roti ini umumnya lebih mahal dibanding roti biasa. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam menjaga starter tetap aktif agar hasil fermentasi berjalan sempurna.
Tren sourdough diperkirakan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sehat dan alami. Banyak bakery kini berlomba menghadirkan variasi sourdough dengan tambahan biji-bijian, gandum utuh, hingga topping modern untuk menarik perhatian konsumen.
Dengan perpaduan rasa unik, proses alami, dan manfaat kesehatan yang ditawarkan, sourdough berhasil menjadi lebih dari sekadar roti biasa. Kehadirannya kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mengutamakan kualitas makanan dan kesehatan tubuh.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























