Indonesia_Palestinians_17648
Prabowo Soroti 10 Ribu Puskesmas Belum Renovasi Sejak Era Soeharto, Pemerintah Siapkan Dana Puluhan Triliun

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi fasilitas kesehatan di Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kementerian Kesehatan, sekitar 10 ribu puskesmas di Indonesia belum pernah diperbaiki sejak sekitar 30 tahun lalu, bahkan sebagian di antaranya masih menggunakan bangunan dari era Presiden Soeharto.

Pernyataan tersebut disampaikan saat acara penyerahan hasil penertiban denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen memperbaiki seluruh puskesmas demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Menurut Prabowo, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh puskesmas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun. Perhitungan ini didasarkan pada estimasi biaya renovasi satu puskesmas yang mencapai sekitar Rp2 miliar.

Kabar baiknya, pemerintah telah memperoleh penerimaan negara sebesar Rp10,27 triliun dari hasil penertiban dan penyelamatan keuangan negara. Dana tersebut dinilai cukup untuk memulai renovasi sekitar 5.000 puskesmas dalam tahap awal program perbaikan fasilitas kesehatan nasional.

Presiden optimistis target perbaikan seluruh puskesmas bisa tercapai dalam waktu relatif cepat. Ia menyebut pemerintah akan menerima tambahan pemasukan negara dalam waktu dekat, termasuk dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Jika dana tambahan tersebut terealisasi, total penerimaan negara bisa mencapai sekitar Rp49 triliun.

Dengan potensi tambahan dana tersebut, Prabowo menegaskan seluruh puskesmas yang belum direnovasi dapat segera diperbaiki. Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana menggunakan dana tersebut untuk mempercepat renovasi sekolah di berbagai daerah.

Program perbaikan fasilitas publik memang menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Pada tahun anggaran sebelumnya, pemerintah telah berhasil memperbaiki sekitar 17 ribu sekolah. Tahun ini, proses renovasi sedang berlangsung untuk sekitar 70 ribu sekolah, dan target ke depan adalah memperbaiki 100 ribu sekolah per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. Puskesmas memiliki peran vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer, terutama di daerah terpencil dan wilayah perbatasan.

Banyak puskesmas di daerah yang saat ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, peralatan medis, hingga kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Perbaikan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mempercepat penanganan penyakit, serta memperkuat sistem kesehatan nasional.

Prabowo menegaskan dana yang digunakan untuk program ini berasal dari hasil penyelamatan keuangan negara yang sebelumnya berpotensi hilang akibat praktik korupsi. Ia menilai langkah ini menjadi bukti bahwa penertiban keuangan negara dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Dengan komitmen tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan merata. Perbaikan puskesmas di seluruh Indonesia diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/