getty-2295992963
Guardiola Siap Kembali ke Etihad, Ada Alasan Khusus di Balik Kehadirannya

Jakarta – Pep Guardiola dikabarkan akan kembali ke Etihad Stadium setelah meninggalkan posisi sebagai manajer Manchester City pada akhir musim 2025/2026. Namun, kembalinya pelatih asal Spanyol tersebut bukan untuk mengambil alih kursi kepelatihan, melainkan untuk memberikan dukungan kepada mantan klubnya di tengah persoalan serius yang sedang dihadapi.

Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, Guardiola berencana hadir langsung di tribun Etihad ketika Manchester City menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan Liga Champions pada 14 Oktober 2026. Kabar tersebut muncul setelah City menghadapi putusan komisi independen Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial.

Guardiola disebut telah menyampaikan keinginannya kepada sejumlah petinggi klub untuk menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung. Jika rencana itu terealisasi, laga melawan PSG akan menjadi kunjungan pertamanya ke Etihad setelah meninggalkan jabatan manajer.

Kehadiran Guardiola tentu memiliki arti tersendiri. Selama hampir satu dekade menangani Manchester City, ia membangun salah satu era paling sukses dalam sejarah klub. Guardiola bergabung pada 2016 dan meninggalkan posisi manajer setelah musim 2025/2026.

Manchester City kemudian menunjuk Enzo Maresca sebagai penggantinya. Maresca sebelumnya memiliki hubungan dengan City setelah pernah menangani tim muda dan menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola. Ia menandatangani kontrak tiga tahun untuk memimpin The Citizens.

Guardiola sendiri tidak sepenuhnya memutus hubungan dengan City. Sebelum meninggalkan jabatan manajer, klub mengumumkan bahwa ia tetap akan memiliki hubungan dengan City Football Group melalui peran sebagai duta global.

Rencana Guardiola kembali ke Etihad juga terjadi pada waktu yang cukup sensitif. Manchester City baru saja dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.

Manchester City membantah melakukan kesalahan dan telah mengajukan banding. Klub menyatakan putusan komisi mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, dan fakta. Proses banding tersebut akan ditangani oleh panel independen dan hasil akhirnya masih harus ditunggu.

Guardiola sebelumnya juga telah menunjukkan dukungannya kepada Manchester City setelah putusan tersebut diumumkan. Dalam pesannya kepada penggemar, ia menegaskan tetap berada di belakang klub, jajaran pimpinan, pemain, staf, pelatih baru, dan para pendukung.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa hubungan Guardiola dengan Manchester City belum berakhir meski ia tidak lagi berada di pinggir lapangan. Selama masa kepemimpinannya, Guardiola membawa City meraih enam gelar Premier League, Liga Champions, tiga Piala FA, lima Piala Liga, serta sejumlah trofi lainnya.

Jika benar hadir dalam laga melawan PSG, Guardiola kemungkinan akan menjadi salah satu perhatian utama di Etihad. Bukan hanya karena statusnya sebagai mantan pelatih tersukses klub, tetapi juga karena pertandingan tersebut berlangsung ketika Manchester City tengah menghadapi salah satu periode paling penting dalam sejarahnya.

Kembalinya Guardiola ke Etihad pun diprediksi menjadi momen emosional bagi para pendukung. Setelah bertahun-tahun menjadi sosok utama di pinggir lapangan, kali ini ia akan menyaksikan Manchester City dari tribun sebagai mantan pelatih yang masih menunjukkan dukungan kepada klub yang pernah menjadi bagian besar dalam perjalanan kariernya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/