Beras_Impor_Bulog_Sumbar
Beras dan Tepung Tiba-tiba Berkutu? Begini Cara Membersihkan Dapur agar Tak Balik Lagi

Jakarta – Menemukan kutu kecil di dalam beras atau ngengat beterbangan di sekitar dapur tentu membuat kesal. Masalah ini cukup umum terjadi pada bahan pangan kering seperti beras, tepung, sereal, pasta, kacang-kacangan hingga makanan kering lainnya.

Kutu beras dan ngengat bahan pangan termasuk kelompok hama penyimpanan yang dapat berkembang biak di dalam atau di sekitar bahan makanan. Keberadaannya terkadang baru diketahui setelah terlihat serangga, larva, lubang pada kemasan, atau benang halus seperti jaring pada makanan.

Menariknya, makanan yang sudah terinfestasi tidak selalu berarti cara penyimpanannya sejak awal buruk. Beberapa hama dapat terbawa sejak produk masih berada di toko atau gudang dan kemudian berkembang setelah makanan disimpan di rumah.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

1. Pisahkan dan Buang Bahan yang Terinfestasi

Langkah pertama adalah memeriksa semua bahan makanan yang disimpan berdekatan dengan produk yang sudah berkutu atau dimasuki ngengat.

Jangan hanya mengambil serangga yang terlihat. Periksa beras, tepung, sereal, pasta, kacang, makanan hewan, biji-bijian, dan bahan kering lainnya. Jika sudah ditemukan larva, banyak serangga, lubang, atau jaring halus, sebaiknya makanan tersebut dibuang.

2. Bersihkan Lemari hingga ke Celah-Celah

Setelah bahan yang terkontaminasi dikeluarkan, kosongkan lemari atau tempat penyimpanan. Gunakan penyedot debu untuk membersihkan remah makanan, telur, larva, dan serangga yang mungkin tersembunyi di sudut atau celah.

Setelah itu, bersihkan permukaan rak dan bagian dalam lemari. Kebersihan penting karena sisa bahan makanan yang tertinggal dapat menjadi sumber infestasi berikutnya.

3. Jangan Mengandalkan Semprotan Serangga

Penggunaan insektisida di dalam lemari makanan bukan solusi utama. Bahan kimia tersebut juga tidak dapat menjangkau serangga yang berada di dalam kemasan makanan.

University of Minnesota Extension menyarankan sumber infestasi dihilangkan terlebih dahulu. Penggunaan bahan kimia di area penyimpanan makanan juga perlu dihindari karena berisiko mencemari makanan.

4. Pindahkan Beras dan Tepung ke Wadah Kedap Udara

Setelah dapur dibersihkan, jangan kembali menyimpan beras atau tepung dalam kemasan yang mudah terbuka.

Gunakan wadah kaca, plastik tebal khusus makanan, atau wadah logam dengan tutup yang rapat. Wadah kedap udara dapat membantu mencegah serangga keluar-masuk sekaligus melindungi bahan makanan dari kelembapan.

5. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Kondisi lembap dan panas dapat mendukung perkembangan sejumlah hama bahan pangan. Karena itu, pilih tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Untuk bahan tertentu seperti tepung, penyimpanan di lemari pendingin atau freezer juga dapat membantu mencegah perkembangan serangga. University of Maryland Extension menyebut tepung dan sejumlah bahan kering dapat dibekukan untuk membantu mencegah infestasi.

6. Periksa Stok Secara Berkala

Jangan menunggu sampai ngengat beterbangan untuk memeriksa persediaan dapur. Terapkan sistem first in, first out, yakni menggunakan bahan yang dibeli lebih dulu sebelum membuka stok baru.

Belilah bahan kering dalam jumlah yang sesuai kebutuhan sehingga tidak terlalu lama tersimpan. Jika ditemukan tanda infestasi, segera pisahkan produk tersebut dan periksa bahan lain di sekitarnya.

Pada akhirnya, kunci mengatasi kutu beras dan ngengat bukan hanya membasmi serangga yang terlihat. Sumber infestasi harus ditemukan, makanan yang terkontaminasi disingkirkan, area penyimpanan dibersihkan, dan bahan pangan selanjutnya disimpan dalam wadah yang benar.

Dengan langkah tersebut, risiko kutu dan ngengat kembali menyerang beras maupun tepung dapat ditekan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/