COMO – Como 1907 mengawali petualangan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan cara yang sulit dipercaya. Klub Italia tersebut langsung meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig pada pertandingan pertama fase liga di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.
Laga tersebut menjadi momen bersejarah bagi Como karena merupakan penampilan perdana mereka di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Alih-alih tampil gugup sebagai pendatang baru, pasukan Cesc Fabregas justru mampu mengontrol pertandingan dan mencetak empat gol.
Martin Baturina membuka keunggulan Como pada menit ke-15. Gol tersebut sekaligus tercatat sebagai gol pertama dalam sejarah Como di Liga Champions. Baturina tampil menonjol sepanjang pertandingan dan kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut oleh UEFA.
Como kembali membuat pertahanan Leipzig kesulitan sebelum Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan pada babak pertama. Memasuki paruh kedua pertandingan, Assane Diao memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui serangan yang efektif.
Leipzig sempat memberikan perlawanan setelah Andrija Maksimovic memperkecil ketertinggalan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Como tetap tampil agresif dan akhirnya mendapatkan gol keempat melalui Maximo Perrone pada menit ke-90.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu sebelumnya membawa Como berkembang pesat sejak menangani klub tersebut. Kini, ia berhasil memimpin Como tampil di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Fabregas pun mengakui bahwa malam tersebut memiliki arti khusus bagi klub dan para pendukungnya. Menurut laporan Reuters, sang pelatih merasa sangat bangga dengan performa anak asuhnya dan menilai kemenangan tersebut akan menjadi kenangan yang penting bagi Como.
Meski demikian, Fabregas tidak ingin timnya terlalu lama larut dalam euforia. Setelah pertandingan bersejarah tersebut, ia meminta para pemain segera mengalihkan perhatian kepada pertandingan berikutnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Fabregas ingin menjadikan kemenangan atas Leipzig sebagai awal perjalanan, bukan sekadar pencapaian yang dirayakan sesaat. Como masih harus menghadapi sejumlah lawan kuat sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.
Perjalanan Como menuju kompetisi elite Eropa sendiri merupakan kisah yang cukup luar biasa. Klub tersebut berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir hingga mampu menembus persaingan papan atas Italia dan akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di Liga Champions.
Kesuksesan tersebut semakin menarik karena Fabregas bukan hanya berperan sebagai pelatih. Ia sebelumnya merupakan pemain Como dan menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub sebelum kemudian mengambil posisi sebagai pelatih.
Kemenangan 4-1 atas Leipzig juga memperlihatkan bahwa Como tidak sekadar datang ke Liga Champions untuk menjadi pelengkap. Permainan cepat, efektivitas serangan, serta kemampuan memanfaatkan peluang membuat mereka langsung memberikan pernyataan kepada klub-klub elite Eropa.
Hasil tersebut membawa Como ke posisi kelima klasemen sementara fase liga, sedangkan Leipzig harus berada di posisi ke-32 setelah kehilangan tiga poin pada pertandingan pembuka.
Bagi Como dan para pendukungnya, kemenangan ini menjadi awal dari babak baru dalam sejarah klub. Debut yang sebelumnya dinantikan dengan penuh tanda tanya justru berubah menjadi malam penuh perayaan.
Fabregas kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan performa impresif tersebut bukan hanya terjadi pada satu pertandingan. Jika mampu mempertahankan konsistensi, Como berpeluang menjadi salah satu kejutan menarik dalam perjalanan Liga Champions musim 2026/2027.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























