Jakarta – Laga panas derby Aragon antara Real Zaragoza dan SD Huesca berakhir dengan kontroversi besar setelah kiper Zaragoza, Esteban Andrada, melayangkan pukulan ke wajah pemain lawan pada masa injury time. Insiden ini kini membuat sang penjaga gawang terancam hukuman berat yang bisa mencapai 12 pertandingan.
Peristiwa terjadi pada duel kasta kedua Liga Spanyol yang berlangsung penuh tensi karena kedua tim sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Pertandingan berjalan ketat dan keras hingga memasuki menit-menit akhir, ketika emosi pemain memuncak menjelang peluit panjang dibunyikan. Dalam situasi yang memanas tersebut, Andrada tiba-tiba kehilangan kendali dan mendekati kapten Huesca, Jorge Pulido, lalu memukul wajahnya dengan tangan kanan.
Aksi tersebut langsung memicu keributan besar di lapangan. Pemain dari kedua tim terlibat saling dorong dan adu fisik hingga wasit harus mengeluarkan beberapa kartu merah setelah meninjau kejadian melalui VAR. Selain Andrada, kiper Huesca Dani Jiménez juga diusir karena membalas dengan memukul Andrada di tengah keributan, sementara pemain Zaragoza Dani Tasende turut menerima kartu merah.
Keributan tersebut terjadi sekitar menit ke-99, beberapa saat sebelum laga berakhir. Insiden itu menjadi puncak dari pertandingan yang sejak awal sudah berlangsung keras karena kedua klub sama-sama berjuang menghindari degradasi. Huesca akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 berkat gol Oscar Sielva, hasil yang membuat posisi mereka sedikit lebih aman di klasemen sementara.
Pelatih Huesca mengaku tidak bisa membenarkan kejadian tersebut dan menyebut insiden itu sebagai “kehilangan kendali total”. Ia menegaskan bahwa perkelahian di lapangan tidak mencerminkan nilai sportivitas sepak bola.
Derby Aragon sendiri dikenal sebagai salah satu rivalitas panas di wilayah Aragon, Spanyol. Pertemuan kedua tim sering berlangsung sengit karena faktor kedekatan geografis dan persaingan sejarah yang panjang. Namun, kejadian kali ini dinilai telah melewati batas sportivitas dan mencoreng citra pertandingan.
Akibat aksinya, Andrada kini menghadapi ancaman sanksi disiplin berat dari federasi sepak bola Spanyol. Dalam regulasi kompetisi, tindakan kekerasan terhadap pemain lawan dapat berujung larangan bermain hingga 12 pertandingan, tergantung hasil investigasi komite disiplin.
Jika sanksi maksimal dijatuhkan, Zaragoza akan kehilangan penjaga gawang utama mereka dalam periode krusial musim ini. Situasi tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang keras keluar dari papan bawah klasemen.
Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa tekanan kompetisi tidak boleh berujung pada kekerasan. Banyak pihak berharap federasi mengambil keputusan tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























