099978200_1520836850-iStock-464628026
Jangan Asal Minum Teh, Ini Waktu yang Paling Tepat agar Manfaatnya Maksimal

Jakarta – Minum teh menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Ada yang menjadikannya teman sarapan pada pagi hari, sementara sebagian lainnya memilih secangkir teh hangat untuk menemani waktu santai pada sore atau malam hari. Namun, waktu konsumsi ternyata dapat memengaruhi manfaat dan efek teh terhadap tubuh.

Secara umum, waktu terbaik minum teh bergantung pada jenis teh, kandungan kafein, kondisi tubuh, serta tujuan seseorang mengonsumsinya. Teh hitam, hijau, dan putih umumnya mengandung kafein, sedangkan sebagian besar teh herbal tidak mengandung kafein karena dibuat dari tanaman selain Camellia sinensis.

Bagi orang yang membutuhkan tambahan energi dan konsentrasi, minum teh pada pagi hari dapat menjadi pilihan. Kandungan kafein bekerja sebagai stimulan yang membantu meningkatkan kewaspadaan dengan menghambat efek adenosin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa kantuk.

Namun, minum teh tidak selalu ideal ketika perut benar-benar kosong. Teh yang terlalu pekat bagi sebagian orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Karena itu, teh bisa dikonsumsi bersamaan atau setelah sarapan maupun camilan ringan.

Selain pagi, waktu yang cukup ideal untuk minum teh adalah pada siang atau sore hari, terutama ketika tubuh mulai merasa lelah. Teh dengan kandungan kafein lebih rendah dapat memberikan efek menyegarkan tanpa stimulasi sebesar kopi.

Meski begitu, perlu diperhatikan waktunya. Konsumsi teh berkafein terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk. Kafein memiliki waktu paruh yang cukup panjang dan efeknya dapat bertahan selama beberapa jam. Sleep Foundation menyebut efek kafein dapat berlangsung sekitar 2 hingga 12 jam, tergantung kondisi dan sensitivitas masing-masing orang.

Karena itu, orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya menghindari teh berkafein pada sore menjelang malam. Beberapa rekomendasi menyarankan untuk menghentikan konsumsi kafein setidaknya sekitar delapan jam sebelum waktu tidur guna mengurangi kemungkinan gangguan tidur.

Lantas, bagaimana jika tetap ingin minum teh sebelum tidur? Teh herbal tanpa kafein dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Jenis teh seperti ini biasanya tidak memberikan efek stimulan seperti teh hitam atau teh hijau. Beberapa jenis teh herbal juga kerap digunakan sebagai bagian dari rutinitas relaksasi sebelum tidur.

Selain memperhatikan waktu, jumlah konsumsi juga perlu diperhatikan. Kandungan kafein dalam teh dapat berbeda-beda tergantung jenis teh, ukuran sajian, serta lama penyeduhan. Teh hitam, hijau, dan putih umumnya memiliki sekitar 40–120 miligram kafein per 8 ons, meskipun jumlah sebenarnya dapat bervariasi.

Dengan demikian, tidak ada satu waktu yang mutlak paling tepat untuk semua orang. Jika tujuannya meningkatkan kewaspadaan, pagi hingga siang hari bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika ingin menikmati minuman hangat pada malam hari, teh herbal tanpa kafein lebih disarankan.

Pada akhirnya, kebiasaan minum teh yang sehat bukan hanya ditentukan oleh jenis minumannya, tetapi juga kapan dan bagaimana teh tersebut dikonsumsi. Mengenali respons tubuh terhadap kafein menjadi kunci agar kebiasaan minum teh tetap menyenangkan tanpa mengganggu kualitas tidur.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/