OIP - 2026-09-25T015727.446
Jangan Asal Pilih Popok Bayi, 5 Hal Ini Wajib Dicek Orang Tua Sebelum Membeli

Jakarta – Memilih popok bayi bukan sekadar mencari produk dengan harga terjangkau atau daya tampung cairan yang besar. Produk yang digunakan setiap hari tersebut bersentuhan langsung dengan kulit bayi dalam waktu cukup lama, sehingga kenyamanan, ukuran, bahan, hingga kemampuan menyerap cairan perlu menjadi perhatian orang tua.

Kulit bayi juga masih memiliki sistem perlindungan yang belum berkembang sempurna. Kondisi tersebut membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi akibat gesekan, kelembapan, urine, maupun feses. Dokter spesialis kulit yang dikutip ANTARA pada 2026 juga mengingatkan bahwa area popok perlu dijaga tetap kering karena kelembapan berlebih merupakan salah satu pemicu masalah kulit.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan ketika memilih popok bayi? Berikut beberapa hal penting yang bisa menjadi pertimbangan Mama dan Papa.

1. Pastikan ukurannya sesuai

Ukuran popok sebaiknya disesuaikan dengan berat badan dan kondisi tubuh bayi. Popok yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan pada kulit, sedangkan ukuran yang terlalu longgar berpotensi menyebabkan kebocoran.

Orang tua juga sebaiknya memperhatikan perubahan ukuran seiring pertumbuhan bayi. Jangan terpaku pada ukuran yang sama hanya karena popok tersebut sebelumnya terasa nyaman.

2. Perhatikan kemampuan menyerap cairan

Daya serap menjadi salah satu faktor penting karena popok yang mampu menahan urine dengan baik dapat membantu menjaga kulit tetap kering. IDAI menjelaskan bahwa popok sekali pakai umumnya memiliki lapisan penyerap yang dirancang untuk menahan cairan dan membantu menjaga kondisi kulit.

Namun, daya serap yang tinggi bukan berarti popok boleh digunakan terlalu lama. Popok tetap perlu diganti setelah bayi buang air besar dan secara rutin ketika sudah basah atau penuh.

3. Pilih bahan yang lembut

Material yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi sebaiknya terasa lembut dan tidak menyebabkan gesekan berlebihan. Gesekan, ditambah kondisi lembap, dapat meningkatkan risiko munculnya iritasi atau ruam popok.

Jika bayi menunjukkan kemerahan atau iritasi setelah menggunakan produk tertentu, orang tua dapat mempertimbangkan untuk mengganti produk dan memperhatikan bahan yang menjadi pemicunya.

4. Jangan abaikan sirkulasi udara

Area popok merupakan bagian tubuh yang cenderung tertutup dan lembap. Karena itu, sirkulasi udara juga menjadi pertimbangan ketika memilih popok.

Lingkungan yang terlalu lembap dapat membuat kulit lebih mudah mengalami masalah. Selain memilih popok yang sesuai, orang tua perlu memastikan area bokong dan lipatan paha bayi tetap bersih serta kering.

5. Jangan menunggu popok terlalu penuh

Penggantian popok secara rutin sama pentingnya dengan memilih produk yang tepat. IDAI menganjurkan popok diganti setiap kali bayi buang air kecil atau besar. Untuk popok dengan bahan penyerap tertentu, penggantian dapat dilakukan sekitar 2-3 jam sekali.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa penggunaan popok terlalu lama dapat menyebabkan iritasi. Membersihkan kulit dengan lembut dan mengeringkannya sebelum memasang popok baru dapat membantu menjaga kesehatan kulit bayi.

Jika ruam sudah muncul, orang tua sebaiknya tidak mengabaikannya. Kulit yang mengalami iritasi perlu dijaga tetap bersih dan kering. Produk pelindung kulit seperti yang mengandung zinc oxide atau petrolatum juga umum digunakan sebagai penghalang antara kulit dan kelembapan, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi bayi.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis popok yang otomatis cocok untuk semua bayi. Orang tua perlu melihat respons kulit, ukuran, kenyamanan, kemampuan menyerap, serta frekuensi penggantian. Dengan memperhatikan beberapa faktor tersebut, risiko iritasi dan ruam popok dapat diminimalkan sekaligus membuat bayi tetap nyaman beraktivitas.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/