Jakarta – Platform streaming musik Deezer menyiapkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyaring lagu yang sepenuhnya dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Fitur tersebut memberi pendengar pilihan untuk menikmati musik tanpa memasukkan lagu-lagu buatan AI ke dalam hasil pencarian.
Melalui tombol pengaturan khusus, pengguna nantinya dapat mengecualikan lagu, album, serta artis terkait musik yang terdeteksi sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Deezer menyatakan fitur ini direncanakan tersedia secara global sebelum akhir 2026.
Langkah tersebut melanjutkan kebijakan Deezer dalam meningkatkan transparansi musik berbasis AI. Sejak 2025, platform asal Prancis itu telah menerapkan sistem deteksi dan pelabelan musik buatan AI, sekaligus mengecualikan lagu yang teridentifikasi dari rekomendasi algoritma dan daftar putar editorial.
Deezer melaporkan telah mendeteksi dan mengeluarkan lebih dari 42 juta trek buatan AI dari sistem rekomendasinya pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026. Perusahaan juga menyebut menerima hampir 90 ribu trek yang sepenuhnya dibuat AI setiap hari.
Menurut Deezer, fitur penyaringan ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pendengar yang menginginkan kontrol lebih besar atas musik yang muncul di layanan streaming. Pengguna tetap dapat menonaktifkan pengaturan tersebut jika ingin kembali mengakses lagu buatan AI.
Kebijakan ini menambah pilihan pendekatan industri musik dalam menghadapi perkembangan AI generatif. Di tengah meningkatnya jumlah karya sintetis, transparansi dan perlindungan terhadap kreator manusia menjadi perhatian penting bagi platform streaming.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























