MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perang di Ukraina. Gagasan tersebut memunculkan perhatian internasional karena pertemuan yang diusulkan itu berpotensi berlangsung tanpa melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Mengutip laporan The Wall Street Journal yang diberitakan sejumlah media internasional, Putin disebut mengajukan gagasan pertemuan tersebut dalam percakapan telepon dengan Trump pada 9 Oktober 2026. Pertemuan tiga pemimpin itu berpotensi digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China, pada November mendatang.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan bahwa kemungkinan pertemuan tersebut telah dibicarakan. Namun, ia menegaskan belum ada usulan substantif maupun kesepakatan mengenai penyelenggaraan pertemuan dan agenda yang akan dibahas.
Dengan demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Belum dapat dipastikan apakah ketiga pemimpin benar-benar akan duduk bersama dalam satu forum.
Putin Cari Jalan untuk Membahas Konflik Ukraina
Usulan Putin muncul ketika perang Rusia-Ukraina masih menjadi salah satu persoalan geopolitik paling rumit di dunia. Berbagai upaya diplomatik telah dilakukan untuk menghentikan konflik, tetapi perbedaan kepentingan antara Moskow dan Kyiv masih menjadi hambatan utama.
Menurut laporan yang dikutip media internasional, Kremlin menginginkan penyelesaian konflik dengan persyaratan yang menguntungkan Rusia. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan yang juga dapat diterima oleh Ukraina.
Pertemuan yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan China berpotensi menjadi forum penting untuk membicarakan arah hubungan internasional. Namun, keterlibatan ketiga negara besar tersebut tidak otomatis menjamin tercapainya perdamaian.
Trump menyatakan terbuka terhadap kemungkinan bertemu dengan Putin dan Xi di China. Meski demikian, laporan terbaru juga menyebut Trump menyoroti pembicaraan mengenai senjata nuklir dan perlucutan senjata sebagai tujuan penting pertemuan potensial tersebut. Agenda finalnya masih belum dipastikan.
Ukraina Keberatan Jika Tidak Dilibatkan
Gagasan pertemuan tanpa kehadiran Zelenskyy mendapat kritik dari pemerintah Ukraina. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai forum yang mempertemukan Rusia, Amerika Serikat, dan China tanpa keterlibatan Kyiv justru berisiko mendorong Moskow melanjutkan perang.
Bagi Ukraina, keputusan mengenai masa depan negara tersebut tidak seharusnya dibicarakan tanpa partisipasi langsung pihak yang terdampak konflik. Pemerintah Kyiv juga menginginkan langkah nyata menuju perdamaian, termasuk penghentian serangan.
Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa kesepakatan yang dirundingkan negara-negara besar tanpa melibatkan Ukraina dapat mengabaikan kepentingan dan kedaulatan negara itu.
Di sisi lain, Kremlin menyatakan bahwa penyelesaian konflik secara permanen tetap membutuhkan keterlibatan pihak Ukraina. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun gagasan pertemuan tiga pemimpin mengemuka, persoalan mengenai siapa yang harus terlibat dalam proses perdamaian masih belum terselesaikan.
Pertemuan Masih Menunggu Kepastian
APEC yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 November 2026 di Shenzhen menjadi salah satu kemungkinan kesempatan bagi ketiga pemimpin untuk bertemu. Namun, belum ada konfirmasi bahwa pertemuan khusus mengenai Ukraina akan benar-benar digelar di sela-sela agenda tersebut.
Perkembangan ini memperlihatkan rumitnya diplomasi untuk mengakhiri perang. Selain kepentingan Rusia dan Amerika Serikat, posisi China serta tuntutan Ukraina akan turut memengaruhi peluang tercapainya penyelesaian konflik.
Untuk saat ini, usulan Putin masih menjadi wacana diplomatik yang perkembangannya perlu dipantau. Kepastian mengenai peserta, agenda, dan hasil yang mungkin dicapai baru dapat dinilai setelah terdapat pengumuman resmi dari pihak-pihak terkait.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/















