Bubur-Ayam-sukabumi-600x400-x
Bubur Ayam Indonesia Diakui sebagai Bubur Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Hidangan dari Negara Lain

Jakarta – Bubur ayam kembali membawa kebanggaan bagi kuliner Indonesia. Hidangan yang identik dengan menu sarapan masyarakat Tanah Air ini menempati posisi pertama dalam daftar Top 100 Porridges in the World 2026 versi TasteAtlas, mengungguli berbagai sajian bubur tradisional dari sejumlah negara.

Berdasarkan daftar TasteAtlas yang diperbarui pada 15 September 2026, bubur ayam memperoleh skor 4,3 dari 5. Posisi berikutnya ditempati elarji dari Georgia dengan skor 4,2 dan arroz caldo dari Filipina yang juga memperoleh skor 4,2.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa makanan sederhana yang mudah ditemukan di warung maupun pedagang kaki lima Indonesia memiliki daya tarik bagi pencinta kuliner dunia.

Bubur Ayam Punya Cita Rasa Khas Indonesia

Bubur ayam merupakan hidangan berbahan dasar beras yang dimasak bersama air atau kaldu hingga menghasilkan tekstur lembut dan kental. Hidangan ini umumnya disajikan dengan suwiran ayam serta berbagai pelengkap yang memperkaya rasa.

Bawang goreng, irisan daun bawang, seledri, kacang, cakwe, dan telur rebus menjadi sejumlah pelengkap yang sering ditemukan dalam semangkuk bubur ayam. Kecap dan sambal juga dapat ditambahkan sesuai selera.

Salah satu ciri penting bubur ayam adalah penggunaan kaldu ayam untuk memberikan rasa gurih. Ayam biasanya direbus terlebih dahulu, kemudian kaldunya dimanfaatkan untuk memasak beras hingga menjadi bubur.

TasteAtlas mencatat bubur ayam sebagai hidangan yang berasal dari Jawa, Indonesia. Situs tersebut juga menyebut makanan ini kemungkinan memiliki hubungan dengan tradisi bubur nasi Tiongkok yang kemudian berkembang dengan penggunaan bahan dan pelengkap lokal.

Bubur ayam telah menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan pada pagi hari, hidangan ini juga digemari karena praktis, mengenyangkan, dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing orang.

Bersaing dengan Bubur dari Berbagai Negara

Dalam daftar TasteAtlas, bubur ayam bersanding dengan beragam hidangan tradisional dari berbagai belahan dunia.

Elarji dari Georgia berada di posisi kedua dengan skor 4,2. Berbeda dengan bubur ayam yang menggunakan nasi, elarji dibuat dari jagung dan keju khas Georgia sehingga menghasilkan tekstur sangat kental serta elastis.

Sementara itu, arroz caldo dari Filipina menempati posisi ketiga dengan skor 4,2. Hidangan ini juga berbahan dasar nasi dan ayam, tetapi memiliki karakter berbeda karena menggunakan kaldu beraroma jahe.

Posisi keempat ditempati banosh dari Ukraina dengan skor 4,1. Bubur tradisional tersebut dibuat menggunakan tepung jagung, krim asam, dan keju Bryndza. Adapun posisi kelima ditempati mămăligă cu brânză dari Rumania, berupa bubur jagung yang disajikan bersama keju putih.

Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan dengan identitas kuliner yang kuat.

Bagaimana TasteAtlas Menentukan Peringkat?

TasteAtlas merupakan platform referensi kuliner yang mengulas makanan tradisional, bahan pangan, serta hidangan khas dari berbagai negara. Daftar peringkatnya disusun berdasarkan penilaian pengguna dengan mekanisme penyaringan untuk meningkatkan kualitas penilaian.

Dalam keterangannya, TasteAtlas menjelaskan bahwa peringkat kuliner mereka tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan mutlak mengenai makanan terbaik di dunia. Daftar tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran apresiasi pengguna sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan kuliner berbagai negara.

Karena itu, posisi pertama bubur ayam menjadi pengakuan yang membanggakan, tetapi bukan berarti semua orang di dunia memiliki selera yang sama.

Kebanggaan bagi Kuliner Indonesia

Keberhasilan bubur ayam menempati peringkat teratas memperlihatkan bahwa popularitas kuliner tidak selalu ditentukan oleh bahan mahal atau teknik memasak yang rumit. Makanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pun dapat menarik perhatian pencinta kuliner internasional.

Pencapaian ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kuliner Nusantara secara lebih luas. Pedagang lokal, pelaku usaha makanan, dan restoran Indonesia dapat memanfaatkan perhatian terhadap bubur ayam untuk mengenalkan keunikan rasa serta tradisi kuliner Tanah Air.

Pada akhirnya, semangkuk bubur ayam bukan sekadar menu sarapan. Hidangan ini juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan kekayaan kuliner Indonesia yang layak dikenal dunia.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/