Jakarta – Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang untuk melakukan evaluasi independen terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut. Langkah ini muncul setelah FIFA menghadapi sejumlah kritik mengenai transparansi, proses pengambilan keputusan, serta rencana komersial yang sebelumnya memicu penolakan dari sejumlah konfederasi.
Dalam surat yang dikirim kepada Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota, Infantino menyampaikan keinginannya untuk meminta pandangan Dewan mengenai kemungkinan penunjukan pihak eksternal yang independen. Peninjauan tersebut nantinya dapat melihat kerangka tata kelola FIFA sekaligus memberikan rekomendasi mengenai potensi perbaikan.
Infantino juga mengatakan FIFA perlu memperkuat proses konsultasi dengan konfederasi, asosiasi anggota, serta berbagai pemangku kepentingan sepak bola. Menurutnya, pembahasan mengenai model tata kelola harus memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menyampaikan pandangan dan alasan mereka.
Usulan evaluasi tersebut muncul setelah FIFA menghadapi kontroversi terkait rencana penjualan sebagian kepentingan komersialnya kepada investor swasta. Rencana yang berkaitan dengan FIFA Forward Enterprise dan hak komersial Piala Dunia itu mendapatkan penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada Juli 2026 setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak. Reuters melaporkan bahwa kontroversi tersebut kemudian mendorong pembahasan mengenai transparansi dan struktur pengambilan keputusan FIFA.
Dalam surat terbarunya, Infantino menyatakan bahwa FIFA dapat mengevaluasi peran berbagai badan di dalam organisasi, mulai dari presiden, Biro, Dewan FIFA hingga Kongres FIFA. Ia juga mengusulkan agar berbagai pihak menyampaikan gagasan mereka sebelum pembahasan dalam rapat Dewan FIFA berikutnya.
Pertemuan Dewan FIFA dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026. Setiap perubahan mendasar terhadap tata kelola FIFA nantinya tetap membutuhkan persetujuan Kongres FIFA.
Langkah Infantino tersebut juga berlangsung menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027. Infantino telah menyatakan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA. Perkembangan mengenai tata kelola organisasi pun menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian menjelang proses pemilihan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah pihak telah menyuarakan kekhawatiran mengenai transparansi FIFA. Federasi sepak bola Belgia bahkan menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino. Federasi tersebut mengaitkan keputusannya dengan persoalan transparansi dalam penanganan kasus kartu merah Folarin Balogun serta rencana investasi swasta terkait FIFA Forward Enterprise.
Di sisi lain, tekanan terhadap FIFA juga datang dari konfederasi yang meminta organisasi tersebut memberikan porsi lebih besar dari cadangan keuangannya kepada asosiasi anggota. UEFA dan CONCACAF, misalnya, mendorong pemberian dana tambahan kepada anggota FIFA dari cadangan yang dimiliki organisasi tersebut.
Infantino kini menyatakan keterbukaan terhadap pembahasan mengenai kemungkinan perubahan. Namun, usulan evaluasi independen tersebut masih berada pada tahap konsultasi dan belum berarti bahwa perubahan tata kelola tertentu telah diputuskan.
Dengan agenda pembahasan pada Oktober dan pemilihan presiden pada Maret 2027, perkembangan ini menjadi bagian penting dari dinamika internal FIFA. Evaluasi yang diusulkan akan menentukan apakah terdapat perubahan dalam mekanisme pengambilan keputusan, transparansi, serta hubungan antara FIFA dengan konfederasi dan asosiasi anggotanya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























