Jakarta – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan peringatan keras kepada Raúl Asencio setelah bek muda tersebut tersandung persoalan di luar lapangan. Mourinho menegaskan bahwa status sebagai pemain Real Madrid membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding sekadar tampil baik ketika pertandingan berlangsung.
Pernyataan Mourinho muncul setelah Real Madrid membuka proses disipliner internal terhadap Asencio menyusul kasus mengemudi dalam pengaruh alkohol. Pemain berusia 23 tahun itu sebelumnya dijatuhi denda 14.400 euro dan larangan mengemudi selama delapan bulan setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran tersebut.
Mourinho mengaku tidak senang dengan situasi yang menimpa pemainnya. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, seorang pemain yang mengenakan seragam Real Madrid tidak hanya membawa nama klub ketika berada di lapangan.
Baginya, identitas sebagai pemain Los Blancos melekat sepanjang waktu. Karena itu, perilaku pemain ketika berada di luar lapangan juga dapat memberikan dampak terhadap citra dan prestise klub.
Mourinho bahkan menekankan bahwa persoalan menjadi lebih serius ketika sejumlah kesalahan terjadi secara beruntun. Ia menyebut bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan, tetapi akumulasi kesalahan merupakan persoalan yang berbeda.
Meski memberikan kritik, Mourinho tidak menutup mata terhadap profesionalisme Asencio selama berada di tempat latihan. Sang pelatih justru memberikan pujian terhadap etos kerja sang pemain.
Mourinho mengatakan Asencio merupakan sosok profesional yang sangat baik ketika menjalani latihan. Saat masih dalam kondisi fit, sang bek disebut sebagai salah satu pemain yang paling keras bekerja di skuad Real Madrid.
Bahkan ketika sedang mengalami cedera, Asencio tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap proses pemulihan. Mourinho menyebut pemain tersebut menjadi salah satu orang yang datang paling awal dan meninggalkan tempat latihan paling akhir.
Namun, profesionalisme di tempat latihan tidak menghapus persoalan yang terjadi di luar lapangan. Real Madrid tetap menjalankan proses disipliner internal untuk menentukan tindakan terhadap pemain tersebut.
Kasus ini juga datang ketika Asencio belum bisa memperkuat Real Madrid akibat cedera hamstring. Ia mengalami cedera sejak Juli dan belum masuk dalam skuad pertandingan Mourinho pada awal musim 2026-2027.
Sementara itu, Asencio sebelumnya juga terseret perkara hukum lain terkait dugaan penyebaran video seksual tanpa persetujuan. Dalam perkembangan terbaru, pengadilan di Gran Canaria membebaskannya dari tuduhan tersebut setelah pihak yang terkait menyatakan telah memaafkannya.
Dengan demikian, persoalan hukum tersebut berbeda dengan kasus mengemudi dalam pengaruh alkohol yang kini menjadi dasar proses disipliner Real Madrid.
Situasi Asencio menjadi perhatian karena ia sebelumnya merupakan bagian penting dari skuad Real Madrid. Sang bek mendapatkan kesempatan bermain cukup banyak dalam dua musim sebelumnya dan dipandang sebagai salah satu pemain muda yang memiliki prospek di lini pertahanan klub.
Kini, Asencio harus menghadapi dua tantangan sekaligus. Selain memulihkan kondisi fisiknya, ia perlu melewati proses disipliner klub dan kembali membangun kepercayaan di bawah kepemimpinan Mourinho.
Bagi Mourinho, persoalan tersebut bukan hanya mengenai hukuman terhadap seorang pemain. Ini juga berkaitan dengan standar yang ingin diterapkan di Real Madrid. Klub dengan sejarah dan reputasi sebesar Los Blancos menuntut para pemainnya memahami bahwa setiap tindakan mereka dapat ikut memengaruhi nama besar klub.
Mourinho pun memastikan bahwa selama proses disipliner berlangsung, Asencio masih berstatus sebagai pemain Real Madrid. Namun, pesan sang pelatih jelas: menjadi pemain Los Blancos berarti membawa tanggung jawab terhadap klub selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan sepanjang tahun.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























