Jakarta – Amerika Serikat dilaporkan tengah menguji sejauh mana negara-negara anggota NATO mendukung kebijakan politik pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa karena hubungan pertahanan yang selama ini berlandaskan kepentingan strategis kini dinilai turut dikaitkan dengan keselarasan politik.
Laporan mengenai langkah tersebut mencuat setelah Pentagon mengirimkan kuesioner kepada negara-negara anggota NATO. Dokumen itu disebut berisi sejumlah pertanyaan untuk mengetahui seberapa jauh sekutu Washington mendukung kebijakan dan prioritas pemerintahan Trump. Laporan Al Jazeera menyebut kuesioner tersebut diberikan kepada 31 negara anggota NATO.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pertanyaan mengenai sikap negara-negara sekutu terhadap kebijakan Amerika Serikat. Kuesioner tersebut juga dilaporkan menyoroti hubungan negara anggota dengan industri pertahanan Amerika, termasuk apakah mereka menggunakan produk dari perusahaan pertahanan AS serta bagaimana sikap pemerintah terhadap kebijakan yang dapat memengaruhi kepentingan perusahaan Amerika.
Langkah Pentagon tersebut dikaitkan dengan evaluasi yang sedang dilakukan pemerintahan Trump terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa. Kajian itu diperkirakan dapat berujung pada perubahan jumlah pasukan maupun aset militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.
Para sekutu Eropa pun mulai mempertanyakan pendekatan Washington. Mereka khawatir hubungan pertahanan dalam NATO dapat berubah menjadi hubungan yang menuntut kesetiaan politik kepada pemerintahan Amerika Serikat, bukan semata-mata didasarkan pada komitmen pertahanan bersama.
Kekhawatiran tersebut muncul ketika sejumlah negara Eropa memiliki kepentingan dan kebijakan luar negeri yang tidak selalu sejalan dengan Washington. Perbedaan sikap terkait konflik internasional dan penggunaan fasilitas militer menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi hubungan bilateral Amerika Serikat dengan negara-negara sekutunya.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen terhadap NATO. Dalam pernyataan pada Juni 2026, Rutte mengatakan komitmen AS terhadap aliansi masih terlihat melalui keberadaan pasukan Amerika di Eropa serta kontribusinya terhadap pertahanan bersama.
Di sisi lain, Rutte juga mengakui adanya dorongan dari Amerika Serikat agar negara-negara Eropa dan Kanada mengambil porsi tanggung jawab pertahanan yang lebih besar. Pada KTT NATO di Ankara, Juli 2026, negara-negara anggota kembali menegaskan komitmen terhadap pertahanan kolektif berdasarkan Pasal 5.
NATO juga telah menyepakati peningkatan belanja pertahanan. Para anggota berkomitmen meningkatkan investasi pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto secara bertahap pada 2035, dengan sebagian besar peningkatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan inti.
Namun, munculnya kuesioner mengenai loyalitas politik tetap menjadi perhatian karena dapat memperlebar perbedaan pandangan antara Washington dan sejumlah ibu kota Eropa.
Jika evaluasi tersebut benar-benar berujung pada pengurangan pasukan atau aset militer Amerika di Eropa, negara-negara anggota NATO kemungkinan harus mempercepat pembangunan kemampuan pertahanan mereka sendiri. Kondisi itu sekaligus dapat mengubah keseimbangan pembagian beban pertahanan di dalam aliansi.
Untuk saat ini, belum ada keputusan final mengenai negara mana yang akan menerima pengurangan atau penambahan dukungan militer Amerika Serikat. Kajian terhadap kehadiran militer AS di Eropa masih berlangsung.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan sekutu NATO sedang memasuki fase yang semakin transaksional. Di satu sisi, Washington menuntut kontribusi pertahanan yang lebih besar. Di sisi lain, negara-negara Eropa harus memastikan peningkatan kemampuan militernya tanpa mengorbankan kepentingan politik luar negeri masing-masing.
Dengan demikian, kuesioner Pentagon bukan hanya menjadi persoalan administratif. Langkah tersebut berpotensi menjadi indikator penting mengenai arah hubungan transatlantik dan masa depan peran Amerika Serikat di dalam NATO.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























