temuan-ratusan-pucuk-senjata-di-sekolah-swasta-di-pondok-pinang-jakarta-selatan-1786014363566_169
Terungkap! Begini Kronologi Penemuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel yang Bikin Geger

Jakarta – Warga Jakarta Selatan dikejutkan dengan penemuan ratusan senjata api di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Temuan tersebut langsung menjadi perhatian aparat kepolisian karena jumlahnya mencapai 995 pucuk senjata, disertai amunisi, aksesori senjata, hingga alat pembuat peluru. Polisi kini masih menyelidiki asal-usul seluruh barang tersebut serta memastikan legalitas kepemilikannya.

Peristiwa ini bermula ketika pengurus yayasan sekolah berinisiatif membuka sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan berinisial IWD. Ruangan tersebut telah lama terkunci dan tidak dapat diakses setelah terjadi pergantian kepengurusan yayasan. Pembukaan ruangan dilakukan dengan pendampingan aparat kepolisian guna menghindari potensi persoalan hukum maupun keamanan.

Saat pintu berhasil dibuka pada 10–11 Juli 2026, pihak yayasan dibuat terkejut oleh banyaknya barang yang tersimpan di dalamnya. Selain ratusan senjata api dan airsoft gun, petugas juga menemukan amunisi, berbagai perlengkapan senjata, hingga alat yang diduga digunakan untuk membuat peluru. Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penyidik kemudian membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal kasus tersebut. Langkah itu dilakukan agar seluruh barang bukti dapat diamankan dan diperiksa secara forensik, termasuk untuk mengetahui apakah senjata-senjata tersebut memiliki izin resmi atau berkaitan dengan dugaan tindak pidana tertentu.

Penyelidikan berkembang setelah pihak yayasan kembali membuka ruangan lain pada Rabu malam (5/8). Dalam pemeriksaan lanjutan itu, ditemukan sejumlah barang tambahan yang diduga berkaitan dengan tindak pidana, termasuk barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja serta puluhan keping VCD porno. Temuan baru tersebut semakin memperluas ruang lingkup penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

Staf ahli Ketua Pembina Yayasan mengaku tidak mengetahui alasan berbagai barang tersebut dapat berada di lingkungan sekolah. Menurutnya, sangat mengejutkan karena lokasi penyimpanan berada di kompleks pendidikan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Yayasan pun menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

Di sisi lain, kuasa hukum yayasan mengungkapkan masih terdapat satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka. Ruangan tersebut disebut masih terkunci dan kuncinya diduga berada dalam penguasaan mantan ketua yayasan. Yayasan telah meminta bantuan kepolisian untuk membuka ruangan tersebut karena dikhawatirkan masih menyimpan barang-barang lain yang berkaitan dengan penyelidikan.

Sementara itu, pihak yang mewakili mantan ketua yayasan memberikan klarifikasi bahwa sebagian besar barang yang ditemukan merupakan airgun milik sebuah perusahaan yang memiliki hubungan dengan organisasi olahraga menembak dan diklaim memiliki izin penggunaan untuk kegiatan tertentu. Namun demikian, klarifikasi tersebut masih akan diverifikasi oleh penyidik melalui pemeriksaan dokumen perizinan maupun identifikasi seluruh barang bukti yang ditemukan.

Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan memeriksa jenis setiap senjata, mencocokkannya dengan data kepemilikan, serta mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum terkait penyimpanan senjata di lingkungan sekolah. Pemeriksaan saksi-saksi dari pihak yayasan maupun pihak lain yang berkaitan juga akan dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena jumlah senjata yang ditemukan sangat besar dan lokasi penyimpanannya berada di area sekolah. Selain menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan aset yayasan, kejadian tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait aspek keamanan di lingkungan pendidikan. Hingga kini, aparat masih terus mengembangkan penyelidikan, termasuk membuka kemungkinan pemeriksaan terhadap ruangan yang diduga bunker untuk memastikan tidak ada lagi barang berbahaya yang tersimpan di lokasi tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/