OIP - 2026-07-27T181603.414
Netanyahu Kembali Sambangi Gedung Putih, Sebut Zohran Mamdani Sebar Kebencian terhadap Israel

Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan kembali mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda penting kedua pemimpin di tengah upaya penyelesaian konflik di Gaza serta dinamika politik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Menjelang kunjungan tersebut, Netanyahu melontarkan kritik tajam kepada Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Ia menuding Mamdani menyebarkan kebencian terhadap Israel melalui berbagai pernyataan politiknya, termasuk sikap yang dinilai mendukung langkah hukum internasional terhadap pejabat Israel.

Sebelumnya, Mamdani menjadi sorotan setelah menyatakan pemerintahannya tengah mengkaji kemungkinan mengambil tindakan terhadap Netanyahu apabila pemimpin Israel itu berkunjung ke New York. Pernyataan tersebut merujuk pada surat perintah penangkapan yang telah dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

Donald Trump langsung memberikan pembelaan kepada sekutunya itu. Presiden AS menegaskan Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di Amerika Serikat dan mengecam wacana yang disampaikan Mamdani. Trump bahkan menyebut hubungan Amerika Serikat dengan Israel tetap kuat di bawah pemerintahannya.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Netanyahu dan Trump diperkirakan membahas sejumlah isu strategis. Agenda utama meliputi perkembangan perang di Gaza, upaya pembebasan para sandera yang masih ditahan Hamas, serta peluang tercapainya gencatan senjata yang lebih permanen. Selain itu, kedua pemimpin juga diperkirakan membicarakan ancaman keamanan regional, termasuk aktivitas Iran dan kelompok-kelompok yang didukung Teheran.

Kunjungan ini berlangsung di tengah sorotan terhadap hubungan pribadi Trump dan Netanyahu. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan menyebut komunikasi keduanya sempat mengalami ketegangan akibat perbedaan pandangan mengenai strategi menghadapi Iran dan konflik di Timur Tengah. Meski demikian, kedua pemimpin tetap menjaga koordinasi dalam berbagai isu keamanan dan diplomasi.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus mempertahankan haknya untuk membela diri dan memastikan keamanan nasional. Ia juga menilai kritik yang diarahkan kepadanya sering kali mengabaikan ancaman yang dihadapi Israel dari kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Mamdani tetap menjadi salah satu tokoh politik Amerika Serikat yang paling vokal mengkritik kebijakan Israel di Gaza. Sikapnya memicu perdebatan di dalam negeri AS karena menyangkut hubungan diplomatik Washington dengan Israel serta isu hak asasi manusia yang menjadi perhatian komunitas internasional.

Pertemuan Trump dan Netanyahu diperkirakan akan menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan Amerika Serikat terhadap konflik di Timur Tengah. Hasil pembicaraan keduanya dinilai dapat menentukan langkah diplomasi berikutnya, termasuk peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata maupun strategi menghadapi tantangan keamanan regional.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/