Jakarta – Jet tempur siluman generasi kelima milik Rusia, Sukhoi Su-57, dilaporkan jatuh di wilayah Oblast Moskow pada Kamis (23/7) waktu setempat. Insiden ini menjadi perhatian karena Su-57 merupakan pesawat tempur paling canggih yang dimiliki Angkatan Udara Rusia dan menjadi tulang punggung modernisasi kekuatan udara negara tersebut.
Menurut laporan media Rusia yang dikutip CNN Indonesia, pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat menjalani penerbangan. Pilot berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi lontar (ejection seat) sebelum pesawat menghantam daratan. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa di lokasi jatuhnya pesawat.
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi guna mengumpulkan bukti dan memeriksa kemungkinan adanya gangguan teknis maupun faktor lainnya yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali.
Su-57 merupakan jet tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan oleh Sukhoi sebagai penerus keluarga Su-27. Pesawat ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari superioritas udara, serangan darat, hingga peperangan elektronik. Kemampuan silumannya membuat Su-57 lebih sulit dideteksi radar dibandingkan pesawat tempur generasi sebelumnya.
Pesawat ini juga dibekali teknologi avionik modern, radar canggih, kemampuan terbang supercruise, serta dapat membawa berbagai rudal udara-ke-udara maupun udara-ke-permukaan di dalam ruang senjata internal untuk mempertahankan karakteristik silumannya. Rusia selama beberapa tahun terakhir terus meningkatkan produksi Su-57 sebagai bagian dari modernisasi armada militernya.
Insiden jatuhnya Su-57 menjadi sorotan karena jumlah pesawat jenis ini yang telah diproduksi masih relatif terbatas dibandingkan pesawat tempur Rusia lainnya. Sebelumnya, program Su-57 juga sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk kecelakaan pesawat produksi awal pada 2019 yang disebabkan masalah sistem kendali saat uji terbang.
Kecelakaan terbaru ini memunculkan pertanyaan mengenai keandalan armada Su-57 di tengah upaya Rusia memperkuat kemampuan militernya. Meski demikian, belum ada indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan operasi militer ataupun aksi sabotase. Otoritas Rusia menegaskan hasil penyelidikan resmi akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























