JAKARTA – Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas setelah muncul klaim dari pihak Ruben mengenai utang lebih dari Rp11 miliar yang disebut digunakan untuk merenovasi rumah mewah mereka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Menanggapi hal tersebut, Sarwendah akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi melalui kuasa hukumnya.
Sarwendah membantah anggapan bahwa seluruh biaya renovasi rumah berasal dari pinjaman bank yang diajukan Ruben Onsu. Menurutnya, selama proses pembangunan rumah tersebut, ia juga mengeluarkan dana pribadi untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembelian furnitur, perlengkapan rumah, hingga sejumlah biaya renovasi lainnya.
Melalui tim kuasa hukumnya, Sarwendah menegaskan seluruh pengeluaran yang dilakukan memiliki bukti transaksi yang lengkap. Oleh karena itu, ia menilai narasi yang berkembang di publik tidak menggambarkan keseluruhan fakta mengenai proses renovasi rumah tersebut.
Sebelumnya, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa Ruben menjaminkan kembali sertifikat rumah yang sebelumnya telah lunas demi memperoleh pinjaman bank untuk renovasi. Nilai pinjaman disebut mencapai sekitar Rp10,1 miliar, sementara total dana yang dikeluarkan untuk kontraktor diklaim mencapai Rp11,1 miliar melalui puluhan kali transfer kepada pihak kontraktor yang saat itu ditangani oleh mendiang ayah Sarwendah.
Menanggapi klaim tersebut, Sarwendah menilai persoalan rumah tidak bisa disederhanakan hanya berdasarkan nilai pinjaman yang disampaikan oleh pihak Ruben. Ia menegaskan terdapat banyak pengeluaran lain yang berasal dari kantong pribadinya dan tidak pernah diungkap kepada publik.
Kuasa hukum Sarwendah juga meminta agar polemik mengenai aset rumah tidak terus digiring menjadi konsumsi publik. Menurut mereka, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum yang sedang berjalan sehingga masing-masing pihak dapat menyampaikan bukti dan keterangannya secara resmi di hadapan pengadilan.
Perselisihan mengenai rumah mewah di Cilandak muncul di tengah proses gugatan hak asuh anak yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua belah pihak saling menyampaikan pernyataan mengenai kepemilikan aset, pembiayaan renovasi, hingga kondisi keuangan pasca perceraian.
Di sisi lain, Sarwendah juga sempat mengungkapkan alasan dirinya memilih meninggalkan rumah tersebut. Ia menyebut terdapat persoalan keamanan dan tekanan psikologis yang membuatnya merasa tidak lagi nyaman tinggal di sana. Isu mengenai ancaman pelelangan rumah dan kabar kedatangan debt collector pun sempat menjadi perhatian publik, meski belakangan pihak bank disebut membantah pernah mengirim petugas penagihan ke lokasi.
Hingga saat ini, baik Sarwendah maupun Ruben Onsu masih menjalani proses mediasi dalam perkara hak asuh anak. Kedua pihak berharap sengketa yang terjadi dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku tanpa terus memperpanjang polemik di ruang publik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























